Pesona Air Terjun Lae Petal, Anugerah Alam yang Terlupakan

EMBUN putih selembut kapas menyapa wajah-wajah lelah ketika tiba di kaki air terjun Lae Petal, di Desa Pangkalan

Pesona Air Terjun Lae Petal, Anugerah Alam yang Terlupakan
Air terjun Lae Petal, di Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Suro, Aceh Singkil, 

EMBUN putih selembut kapas menyapa wajah-wajah lelah ketika tiba di kaki air terjun Lae Petal, di Desa Pangkalan Sulampi, Suro, Aceh Singkil. Letih perjalanan kaki melewati bebatuan terjal sirna berganti dengan sejuknya tempias air terjun sedingin salju.

“Airnya masih sangat jernih dan dingin. Tidak sia-sia jauh berjalan kaki,” kata Sapruddin yang menemani Serambi saat menyambangi lokasi air terjun Lae Petal, Selasa (31/1) lalu. Ada dua air terjun di sungai Lae Petal jaraknya berdekatan dengan tinggi sekitar lima meter. Air terjun pertama berada di sebelah kiri hulu sungai utama. Sedangkan air terjun kedua berada di sungai utama.

Saat tiba di lokasi, para pengunjung dapat mendegar gemuruh air yang jatuh atas bebatuan ditingkahi suara binatang hutan bagaikan simponi alam yang memesona mata dan telinga. Selain itu lukisan alami tebing terbuat dari bebatuan cadas mengapit dua sisi air terjun. Deretan pohon menjulang tinggi menambah kesejukan seakan raga tak ingin beranjak dari dasar sungai.

Yang terlupakan
Air terjun Lae Petal berlokasi dekat dengan jalan utama Singkil-Subulussalam. Hanya saja pinggir sungai merupakan tebing terjal yang sulit dilalui. Akses menuju ke lokasi satu-satunya dengan berjalan kaki melalui sungai dengan bebatuan terjal dari pinggir jembatan Lae Petal.

Warga yang ingin menikmati air terjun Lae Petal harus berjuang keras melewati rintangan alam. Bagi yang bernyali lebih dapat menuruni tebing terjal dengan tinggi ratusan meter menggunakan tali. Pembangunan kawasan wisata air terjun Lae Petal sudah dimulai semasa bupati Aceh Singkil almarhum H Makmur Syahputra. Salah satunya dengan membangun titian jalan setapak melewati pinggir sungai. Kemudian ada juga tangga besi melingkar untuk menaiki bukit persis di dekat air terjun.

Sayangnya, fasilitas tersebut rusak akibat tak terawat, sehingga kini tidak bisa lagi dilalui. Pantauan Serambi akses jalan setapak itu kini tertutup pepohonan tumbang serta reruntuhan batu gunung akibat ulah manusia yang abai terhadap keseimbangan alam. Sedangkan tangga besi yang dipasang di tebing sungai tepat di seberang air terjun telah keropos dimakan karat lantaran tak pernah dirawat. Semoga pesona air terjun Lae Petal tak menjadi anugerah alam yang terlupakan.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved