Ini yang Terjadi Ketika Babi Masuk Pemukiman Warga
Adalah tidak biasa jika seekor babi tiba-tiba masuk kawasan pemukiman warga yang notabene ramai penghuni.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Yusmadi
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Babi hutan biasanya berkeliaran dalam semak belukar mecari makanan dan memangsa tanaman milik warga.
Adalah tidak biasa jika seekor babi tiba-tiba masuk kawasan pemukiman warga yang notabene ramai penghuni.
Peristiwa tergolong langka tersebut terjadi di Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (9/3/2017).
Sekadar diketahui Keude Paya, tidak berapa jauh dari kota Blangpidie, sekaligus merupakan kawasan perkantoran pemerintah tingkat kabupaten.
Melihat binatang muncong panjang itu masuk areal kampung, sontak suasana menjadi gaduh.Kaum perempuan menjerit ketakutan.
Anak-anak yang yang asyik bermain di luar rumah segera dikumpulkan orang tua masuk ke dalam rumah. Senjumlah warga yang sedang memanen padi, terutama kaum perempuan lari tunggang langgang ke lokasi aman.
Soalnya, babi yang tidak jelas apa yang dicari itu tampak tidak takut melihat banyak warga, malah menunjukkan gelagat mau menyerang ketika dihalau warga.
Sadar akan situasi kurang menguntungkan, sejumlah anak muda Desa Keude Paya segera mengambil senjata tombak dan parang untuk mengejar binatang liar tersebut.
Pasukan khusus berburu babi dari luar desa juga dipanggil meminta bantu untuk melumpuhkan seekor babi ukuran sedang tersebut. Kawasan Keude Paya pun menjadi area terkepung oleh pasukan bersenjatakan tombak dan parang.
Akan tetapi pasukan berburu harus hati-hati dan penuh perhitungan bila melumpuhkan babi dalam area yang dihuni banyak warga.
"Babi, bila sudah terluka, maka segera berubah menjadi liar, kemudian menyerang apa saja. Kami pertimbangkan hal itu, jangan sampai jatuh korban pihak warga," kata Anasmiadi, anggota berburu dari Desa Lhueng Asan kepada Serambinews.com.
Babi itu pun dicoba digiring menuju areal persawan yang sudah atau sedang dipanen warga. Binatang bertaring tersebut bergeser dalam area sawah arah Mapolres Abdya. Namun anehnya, kemudian berbalik arah menuju kawasan pemukiman warga Desa Keude Paya.
Anggota pasukan berburu siap menghadang. Sejumlah tombak segera dilepas, namun meleset. Atraksi berburu lokasi dekat areal kampung itu menjadi tontonan menarik.
Babi ini pun, bukannya lari dalam habitatnya, tapi tetap menyosor arah perkampungan warga. Dalam pelariannya, babi yang sudah terdesak ini masuk dari arah belakang bangunan pertokoan yang belum selesai dibangun.
Dari sini, babi berusaha memotong Jalan Nasional yang padat warga. Ketika berlari melintas jalan, babi ini menabrak secara keras bagian depan sebuah damtruk yang melintas dari Blangpidie-Tapaktuan.
Tabrakan keras itu sehingga babi ini pun keok, tidak berkutik di tempat dengan kondisi moncong luka parah. Aksi liar babi yang berlansung beberapa jam berakhir di situ.
Padahal, bila berhasil sukses memotong jalan di lokasi, maka babi ini dipastikan akan masuk ke dalam pertokoan tempat pangkalan Gas Elpiji. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/babi-masuk-kampung_20170309_224920.jpg)