Citizen Reporter
Cara Vietnam Merawat ‘Perang’
KESEMPATAN mengunjungi Ho Chi Minh, kota terbesar di Vietnam yang dulunya dikenal dengan Saigon, mengingatkan saya
Terowongan dengan ketebalan tanah di atasnya antara 3-5 meter itu dapat menahan beban 60 ton (bisa menahan beban tank), serangan meriam ringan dan bom. Di dalam jaringan bawah tanahnya tersedia ruang pertemuan, ruang tidur, dapur, rumah sakit, dan kamar sosial lainnya yang semuanya tidak terlihat dari atas tanah. Terowongan ini memberikan pemahaman yang baik dari perang berkepanjangan orang-orang Vietnam yang memiliki karakter gigih dan cerdas.
Kehidupan sosial berjalan normal di dalam terowongan, bahkan pada masa itu banyak pasangan menikah dan melahirkan di dalam terowongan. Tentara Amerika pada saat pertama melangkah ke kawasan terowongan Chu Chi harus menghadapi perlawanan sengit yang tak terduga dengan berbagai jebakan maut dan akhirnya terowongan Chu Chi menjadi ladang pembantaian tentara Amerika.
Aceh yang punya sejarah perang dan konflik yang panjang, tak ada salahnya mengikuti cara Vietnam dalam merawat kenangan terhadap perang. Kita pertahankan tempat seperti ini agar sejarah buruk tidak terulang. Dari masa lalulah kita belajar bahwa perang selalu membawa kehancuran. Menang jadi arang, kalah jadi debu.
* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/edwar-m-nur_20170330_082829.jpg)