Rabu, 8 April 2026

Serangan Kimia Suriah: Enam Hal yang Perlu Anda Ketahui

Sesudah itu, pesawat menembakkan roket ke klinik yang mengobati korban, kata petugas medis dan aktivis.

Editor: Fatimah
Omar Haj Kadour/AFP/Getty Images
Seorang pria Suriah mengumpulkan sampel dari tempat yang diduga terkena dampak dari serangan gas beracun di Khan Sheikhun. 

SERAMBINEWS.COM - Gedung Putih mengatakan 'sangat yakin' bahwa pemerintah Bashar al-Assad berada di balik serangan kimia yang menewaskan sedikitnya 58 orang di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights, SOHR) melaporkan bahwa serangan terhadap Khan Sheikhoun yang dilancarkan oleh pemerintah Suriah atau jet Rusia telah menyebabkan banyak orang tersedak dikutip dari bbc.com.

Sesudah itu, pesawat menembakkan roket ke klinik yang mengobati korban, kata petugas medis dan aktivis.

Tentara Suriah membantah bahwa pemerintah menggunakan senjata kimia seperti itu.

Dalam pernyataannya, Presiden Donald Trump mengutuk apa yang disebutnya 'tindakan keji' oleh rezim Bashar al-Assad.

"Jelas bahwa inilah caranya Bashar al-Assad beroperasi," kata Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, "dengan brutal, dan barbarisme yang tak tahu malu."

Inggris, PBB dan Perancis, juga mengutuk insiden, yang jika dikukuhkan, akan menjadi salah satu serangan kimia paling mematikan dalam perang saudara Suriah.

Dewan Keamanan PBB, hari Rabu (05/04) akan menggelar sidang darurat terkait serangan ini.

Inilah sejumlah hal yang perlu Anda ketahui tentang serangan kimia itu.

Apa yang dilihat saksi

- Sejumlah pesawat tempur dilaporkan menyerang daerah yang dikuasai pemberontak, Khan Sheikhoun, sekitar 50km arah selatan dari kota Idlib, Selasa pagi, ketika banyak orang masih tidur.

- Hussein Kayal, seorang fotografer untuk Edlib Media Center (EMC) yang pro oposisi mengatakan kepada Associated Press bahwa ia dibangunkan oleh suara ledakan pada sekitar pukul 06:30 (09:30 WIB).

- Ketika sampai di lokasi kejadian, tidak tercium bau, katanya, dan ia menemukan orang tergeletak di lantai, tidak bisa bergerak dan dengan mata membelalak.

- Mohammed Rasoul, kepala lembaga layanan ambulans di Idlib mengatakan kepada BBC bahwa para petugas medisnya menemukan orang-orang di jalanan yang tersedak, sebagian anak-anak.

- Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), mengutip petugas medis yang merawat orang-orang pingsan, muntah dan berbusa mulutnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved