Minggu, 10 Mei 2026

Brigade Fatemiyoun, Tentara Rahasia Bentukan Iran di Perang Suriah

Tugas mereka yang tadinya menjaga makam suci, kini menjadi perpanjangan tangan rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

Tayang:
Editor: Yusmadi
DW
Sejak 2012 Garda Revolusi Iran mulai merekrut pejuang dari etnis Hazara yang mengungsi dari Afghanistan. 

Mereka terbagi dalam tiga brigade di Damaskus, Hama dan Aleppo serta dilengkapi dengan persenjataan berat seperti artileri, kendaraan lapis baja hingga unit spionase.

Setiap gerilyawan Fatemiyoun mendapat gaji sekitar 450 dollar AS per bulan atau setara Rp 6 juta per bulan.

Selain itu pemerintah Iran juga memberikan dana tunjangan untuk keluarga. Jumlah uang yang diterima setiap serdadu bisa mencapai 700 dollar AS atau sekitar Rp 9 juta per bulan.

Kendati begitu, serdadu Fatemiyoun tidak diizinkan menetap lama di Iran, melainkan disiagakan di Suriah, Irak, atau Afganistan.

Tersebar di Timur Tengah

Faris Baiush, seorang perwira berpangkat kolonel di Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) pada awal 2016 mengatakan kepada Aljazeera, pihaknya memperkirakan setidaknya 2.000 gerliyawan Syiah Afganistan ikut bertempur bersama pasukan pemerintah di kota Aleppo.

Komandan Garda Revolusi, Mohammad Ali Jafari, mengklaim Iran memiliki 200.000 gerilyawan di Yaman, Irak, Suriah, Afganistan, dan Pakistan.

Media Iran, Mashregh, pernah memuat pernyataan seorang bekas komandan Garda Revolusi yang mengritik pemerintah karena tidak menggunakan Brigade Fatemiyoun dengan lebih optimal.

Menurutnya, milisi bersenjata itu bisa menjadi pion buat mendukung kebijakan luar negeri Teheran.(DW Indonesia)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved