Anak Aceh Ini Sukses Ciptakan Aplikasi "Bisa Topup", Dulunya Korban Tsunami
Sebuah aplikasi android mirip "PayTren" yang menangani, pembelian pulsa, pembelian paket internet, pembelian token PLN, pembayaran tagihan PLN & PDAM,
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
Firmansyah Asnawi adalah pemuda 28 tahun yang dulunya merupakan korban tsunami Aceh, badannya terbawa arus tsunami sekitar 3 KM dari Gampong Deah Baro sampai ke Punge dekat kapal PLTD Apung bersemayam.
Ibu, tiga kakak, dan seorang adiknya hilang terkena tsunami. Ketika tsunami Firman masih duduk di kelas 1 SMA.
Firman juga mendapat beasiswa penuh di jurusan Teknik Informatika Universitas Al Azhar Indonesia dan menjadi wisudawan terbaik kategori akademik pada tahun 2011.
Firman juga sudah menyelesaikan S2-nya selama 3 semester di jurusan MTI Universitas Indonesia.
Firman sekarang bekerja sebagai auditor IT di kantor pusat di Bank Syariah Mandiri di Jakarta dan juga menduduki posisi co-founder dan COO pada perusahaan Amanah Corporation yang didirikannya bersama Khadafi.
Amanah Corporation sekarang sudah memiliki 7 pegawai dan menempati kantor di Jakarta Selatan. Selain dua posisi pekerjaan itu, Firman juga menjadi dosen muda yang mengajar di dua kampus yaitu Universitas Al Azhar Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Tangerang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tampilan-aplikasi-bisa-topup_20170701_150118.jpg)