Putra Abu Bakar Ba'asyir Merasa Hukuman Isolasi yang Dijalani Ayahnya Tidak Manusiawi
Saat ini Ba'asyir, terpidana kasus terorisme berusia 80 tahun, diisolasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
Tetapi meski ditemani seorang napi, menurut Abdul, kondisnya tetap tidak manusiawi. Ba'asyir betul-betul tidak diperkenankan berinteraksi dengan napi lain.
Misalnya ketika shalat Jumat di masjid, ruangan shalat antara Ba'asyir dan napi-napi lain terpisah.
Ba'asyir bersama para sipir, sedangkan napi-napi lainnya di ruangan sebelah yang terpisah dengan dinding.
"Napi yang ruangannya dekat dengan beliau dan mau ke masjid tidak boleh lewat depannya. Harus muter ke belakang," kata Abdul.
Melihat perkembangan kondisi Ba'asyir yang sudah menua, keluarga dan pengacara tengah berupaya agar Ba'asyir diberi kelonggaran.
"Kami sudah sampaikan ke tim hukum apakah ada celah untuk memberikan keringanan kepada beliau. Mungkin tim lawyer sedang mempelajari lebih lanjut," kata dia. (Estu Suryowati)
Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul: Keluarga Menilai Hukuman Isolasi Ba'asyir Sudah Tak Manusiawi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/putra-abu-bakar-baasyir-abdul-rochim-baasyir_20170812_195856.jpg)