Selasa, 2 Juni 2026

Menjelang Maut, Lehernya Keluar Banyak Ulat, Sebelumnya Pria Ini Lakukan Sesuatu yang Dilarang Nabi

Selang beberapa hari, bengkak di leher Ramlan makin parah. Tak hanya mengeluarkan nanah, luka akibat garukan Ramlan juga mengeluarkan ulat-ulat.

Tayang:
Sripoku.com
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Dalam Islam, menyembelih hewan harus dengan cara yang baik dan tidak menyakiti hewan yang akan disembelih. Karena hewan yang disembelih itu merupakan makhluk Allah.

Allah melarang manusia menyakiti hewan dan juga melarang memakan hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah.

“Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai, dan darah, dan daging babi, dan binatang-binatang yang disembelih kerana yang lain dari Allah, dan yang mati tercekik, dan mati dipukul, dan mati jatuh, dan mati ditanduk, dan yang mati dimakan binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih, dan yang disembelih atas nama berhala...” (QS Al-Ma’idah: 3).

Ada satu kisah kematian seorang tukang potong hewan yang cukup tragis, yang disebut-sebut justru terjadi karena ulahnya sendiri.

Kejadian ini berawal di sebuah tempat pemotongan hewan di salah satu kota, seperti dilansir dari Sripoku.com. Berikut kisahnya:

Para pekerja yang sudah siap melakukan pekerjaannya untuk memotong hewan-hewan yang sudah dipesan. Waktu itu masih menunjukkan pukul 05.00 pagi.

Udara yang masih dingin tidak dirasakan oleh para pekerja itu, karena mereka sudah terbiasa dengan udara yang seperti itu, dan mereka bekerja hingga waktu malam.

Tak hanya memotong, mereka juga bertugas menguliti hewan tersebut sampai diambil pedagang yang memesan untuk dijual di pasar.

Namun, udara pagi itu sepertinya sangat dirasakan oleh Ramlan (bukan nama sebenarnya) yang juga bertugas sebagai penyembelih hewan di tempat itu.

Ia merasa sangat kedinginan hingga udara menusuk pori-porinya. Badannya pun dirasakan kurang fit untuk melanjutkan tugasnya pagi itu.

"Eh, sepertinya badanku panas dingin, apa karena udara pagi ini ya," tanya Ramlan pada teman-temannya. "Apakah kalian juga merasa kedinginan," sambungnya.

"Tidak, aku tak merasa kedinginan. Seperti biasa saja" jawab salah satu temannya.

(Baca: Sekitar 100 Anak di Sebuah Rumah Sakit di India Meninggal akibat Pemutusan Suplai Oksigen)

Semakin pagi, tubuh Ramlan semakin merasakan dingin yang luar biasa. Walau pun ia sudah mencoba menghangatkan tubuhnya dengan meminum secangkir kopi panas.

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Karena terus merasa kedinginan hingga menggigil, teman-teman Ramlan berinisiatif mengantarkan Ramlan pulang ke rumahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved