Ayah-Ibu Bantah Aniaya Salsa
Pasangan suami istri (pasutri) Saiful Ikhwan (41) dan Cut Ainul Mardiyah (31) membantah telah menganiaya
Nuraini, kakak kandung Cut Ainul Mardiyah, yang ditanya secara terpisah mengatakan, pada 27 Juni ia bersama sanga suami, Tarmizi, hendak membawa Salsa untuk berobat ke Mantri Kadir di gampong tetangga. Namun, dalam perjalanan atau sekitar 50 meter dari rumahnya, sepmor yang dikendarai keduanya itu tergelincir akibat kerkena tumpukan pasir di ruas jalan. Kecelakaan tunggal itu terjadi di Gampong Krueng Seukek menjelang shalat magrib.
Saat sepmor terjatuh, ucap Nuraini, tubuh Salsa dalam kondisi sakit, terjatuh ke dalam pangkuannya. Sementara tubuh Nuraini terempas di jalan, sehingga tangan kiri Nuraini terkilir. Saat kejadian, Nuraini tak mengetahui jika tangan mungil Salsa sudah patah yang di sebelah kiri patah. Dia mengetahui bocah itu patah tangan kirinya setelah adanya hasil pemeriksaan dokter.
“Tidak adanya penganiayaan yang dilakukan adik kandung saya, Ainul Mardiyah selaku ibu kandung Salsa. Itu murni gara-gara kecelakaan sepeda motor. “Saya ingin adik saya dan keluarganya tinggal bersama saya dan kami ingin menghidupkan tradisi keluarga secara perlahan-lahan untuk bisa bangkit,” katanya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Krueng Seukeuk, Kecamatan Tangse, Syukri Sulaiman (58) kepada Serambi, Sabtu (19/8) mengatakan, berdasarkan beberapa keterangan dari Nuraini ia hendak memasukkan Salsa Sabila ke dalam kartu keluarga (KK)-nya supaya mendapat penanganan medis di RSU Sigli secara gratis dari klaim BPJS Kesehatan, termasuk upaya mengeluarkannya dari rumah sakit.
“Dari beberapa fakta ini, Nuraini mengakui bahwa kasus ini murni kecelakaan sepeda motor jenis Vario Techno BL 4703 PAR yang terjadi sepekan sebelum dibawa ke RSU Sigli tanggal 27 Juni,” jelasnya.
Keuchik Sulaiman yakin, pasutri itu tidak mungkin menganiaya Salsa. Sebab, sejak empat Hari Raya lebaran Idul Fitri, Salsa telah tinggal bersama kakak kandung ibu bocah itu. “Tapi, apa pun mungkin terjadi,” kata Sulaiman.
Sekretaris Desa Krueng Seukeuk, Teuku Junaidi mengatakan, isu mengenai penganiayaan bocah Salsa yang dilakukan ibu kandung (Ainal Mardhiah) dan ayah tirinya (Saiful Ikhwan) sungguh tidak masuk akal atau logis. “Pada kenyataannya, Salsa selama ini tinggal bersama wawak dan pamannya dengan kondisi pada awalnya dalam keadaan segar bugar dan belakangan didera penyakit cacar air, serta patah khaki kiri pascainsiden kecelakaan sepmor,” jelasnya.
T Junaidi mengungkapkan, terhadap isu yang sempat menjadi viral dikarenakan plin-plannya pernyataan Tarmizi (abang ipar Cut Ainul), telah menyebabkan munculnya isu penganiayaan bocah itu di berbagai media. Yang paling miris terkait isu tersebut adalah telah berdampak pada merosotnya pamor pasutri itu di tengah masyarakat.
“Sepengetahuan kami selama satu bulan lebih mereka tinggal sangat berbaur dengan masyarakat dan tidak mungkin mereka melakukan perbuatan penganiayaan terhadap anak kandungnya,” jelasnya.
Sementara itu, tujuh saksi telah diperiksa polisi terkait dugaan kasus penganiayaan bocah Salsa Sabila. Mereka dimintai keterangan di Mapolres Pidie satu per satu pada Rabu (16/8) dan Kamis (17/8).
Intinya, hasil keterangan para saksi kompak bahwa apa yang dialami Salsa, yakni patah tangan kirinya karena jatuh dari sepeda motor, bukanlah penganiayaan. Sedangkan lecet di sekujur tubuhnya disebkan cacar, bukan bekas luka.
Pun begitu, keterangan saksi ini masih diperdalam lagi oleh pihak kepolisian untuk mencari bukti tambahan. Yakni akan diminta visum et repertum dari pihak rumah sakit dan keterangan dari psikolog.
“Kita belum dapat simpulkan. Hasil sementara dari keterangan saksi belum ada unsur penganiayaan,” kata Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Ipda Iskandar Selian SH.
Disebutkan, tujuh saksi yang telah diperiksa itu adalah ibu kandung Salsa, Cut Ainul Mardiyah (31), ayah tiri Salsa, Saiful Ifwan (39), keduanya warga Desa Alahan Panjang, Kecamatan Lembah, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar.
Selanjutnya, Tarmizi dan istrinya, Nuraini, keduanya paman dan makcik Salsa. Kemudian, T Junaidi bin T Amin, Sekdes Gampong Krueng Seukek, Tangse. Lalu, Abu Bakar, tuha peuet Krueng Seukek Tangse.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-salsa-sabila-terlihat-ceria-dalam-pangkuan-perawat_20170821_113624.jpg)