Ragam Rekor MURI Aceh di Mata Dunia, Mulai dari Koleksi Alquran Kuno Hingga Pembawa Idang Talam
Tak hanya dari penampilan tarian budaya yang mengundang decak kagum, tapi juga dari makanan.
Penulis: Fatimah | Editor: Zaenal
Laporan Tiara Fatimah I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Provinsi Aceh masuk ke dalam salah satu provinsi yang banyak mengoleksi rekor Museum Rekor Indonesia (Muri). Tak hanya dari penampilan tarian budaya yang mengundang decak kagum, tapi juga dari makanan.
Berikut beberapa rekor Muri yang pernah didapat beberapa Kabupaten kota di Aceh.
1. Pameran Alquran Kuno Terbanyak
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Aceh ke XXXII yang berlangsung di Kabupaten Nagan Raya tahun 2015 lalu, berhasil mencatatkan rekor MURI atas terselenggaranya Pameran Al Qur'an kuno terbanyak yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun.
Penghargaan diserahkan oleh Awam Raharjo dari MURI pada malam pembukaan MTQ Aceh ke XXXII pada Rabu, (19/8/2015) kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Nagan Raya HT. Zulkarnani dan ketua DPR Kabupaten Nagan Raya Kelimah seperti dikutip dari serambinews.com.
Alquran kuno yang dipamerkan didalam lemari kaca tersebut antara lain: Mushaf Alquran kertas Parsi berusia dengan usia di atas 200 tahun.
(Baca: Nagan Segera Bangun Museum Alquran Kuno)
Tak hanya itu, Mushaf Alquran kertas Dluwang berusia antara 150-500 tahun dan Mushaf Alquran kertas Eropa juga dipamerkan saat itu.
Lalu juga ada Mushaf Alquran kertas kopi yang ditaksir berusia 100 tahun serta Mushaf lontar/lontar hitam yang usianya tidak bisa diprediksikan.
2. Pembawa Idang Terbanyak
Jika biasanya idang muncul dalam perayaan seperti acara perkawinan atau pun kenduri maulid, kali ini ada 1.074 idang talam yang dibawa oleh masyarakat dalam rangka memeriahkan Aceh International Halal Food Festival 2017 di Banda Aceh, Minggu (20/08/2017).
Rekor Muri diserahkan oleh perwakilan Muri Feisal Nadhirrahman kepada Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
Idang talam adalah talam atau nampan berbentuk lingkaran yang dibawa oleh masyarakat dengan makanan di dalamnya. Lalu talam tersebut dibungkus dengan kain berwarna kuning cerah. Hal ini merupakan salah satu budaya yang ada pada masyarakat Aceh yang masih dilestarikan hingga kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemecahan-rekor-museum-rekor-indonesia-muri_20170821_101433.jpg)