Senin, 11 Mei 2026

Sea Game 2017

Bendera Terbalik, Ini Surat Terbuka Perempuan Indonesia untuk Perdana Menteri Malaysia!

Saya sebagai anak muda Indonesia berpikir permintaan maaf Yang Mulia dan Malaysia buat sudah biasa.

Tayang:
SERAMBINEWS.COM/KOLASE
Petikan isi surat terbuka netizen untuk PM Malaysia 

SERAMBINEWS.COM - Malaysia sebagai tuan rumah Sea Game 2017 telah membuat bangsa dan masyarakat Indonesia terluka.

Bendera Indonesia yang berwarna Merah Putih, dalam buku panduan Sea Game Kuala Lumpur 2017, dicetak terbalik menjadi Putih Merah.

Pemerintah Malaysia sudah meminta maaf atas kesalahan itu.

Tapi bagi perempuan Indonesia ini, maaf itu tidaklah cukup.

Ia menulis, sudah lebih dari sekali Malaysia mengecewakan Indonesia.

Dan setiap kali kesalahan yang dibuat, selalu diakhiri dengan permintaan maaf.

Ia menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Perdana Menteri Malaysia.

Adalah pemilik akun Facebook, Adinda Nanda. Ia mengunggah surat terbuka untuk Tuan Najib Razak pada (Senin (21/8/2017).

Berikut ini surat terbuka yang ditulis Adinda.

YM Perdana Menteri Malaysia, Tuan Najib Razak, Nama saya Adinda Saraswati Akbar dan saya adalah anak perempuan Indonesia yang berusia 15 tahun dan saat ini sedang duduk dibangku kelas 9. Mohon maaf bila bahasa yang saya pakai tidak begitu menyenangkan dihati Yang Mulia.

Tapi tampaknya harus ada yang memberi tahu Yang Mulia secara langsung bahwa cara negara Yang Mulia memperlakukan Indonesia sudah berlebihan dan tidak layak sebagai saudara jika anda menganggap kami saudara serumpun.

(Baca: 5 Hal Memalukan di Sea Game Malaysia, Nomor 4 Tak Sediakan Bus karena Kalahkan Tuan Rumah)

Awalnya saya ingin menulis dalam bahasa Inggris, tapi saya ingin menjaga perasaan Yang Mulia sebab anda pernah dijajah oleh Inggris dan diberi kemerdekaan oleh mereka. Jadi saya akhirnya menulis kepada dalam bahasa Indonesia dimana induk bahasa Malaysia juga berasal dari bahasa kami.

Kami tak pernah berniat menggunakan bahasa Belanda karena once upon a time, Belanda telah menjajah kami dan para pendahulu kami berjuang mati-matian untuk mendapat kemerdekaan dari mereka dan bendera merah-putih, bendera yang Yang Mulia dan Malaysia lecehkan hari ini di arena Sea Games, bendera yang kami dapatkan setelah berpuluh tahun berjuang.

(Baca: Terlalu, Setelah Bendera Terbalik, Timnas Indonesia Diberi Makanan Sisa di Sea Game Kuala Lumpur)

Bangsa Yang Mulia dan Yang Mulia sendiri sudah lebih dari sekali mengecewakan bangsaku, Indonesia dan saya. Dan setiap kesalahan yang dibuat diakhiri dengan permintaan maaf. Saya sebagai anak muda Indonesia berpikir permintaan maaf Yang Mulia dan Malaysia buat sudah biasa.

Saya berpikir Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan yang kuat layaknya seperti hubungan kakak-adik. Indonesia menurut saya sudah menjadi 'kakak' yang baik untuk Malaysia, adik kami. Kami, bangsa Indonesia telah mengirim banyak pendidik dan mengajar warga Malaysia ketika momen kemerdekaan Malaysia baru terjadi. Kami, bangsa Indonesia yakin kami memainkan peran sebagai kakak dengan baik untuk Malaysia.

(Baca: Astaga! Ternyata Bendera Indonesia Terbalik Juga Ada di Koran Malaysia, Kok Bisa?)

Kami, bangsa Indonesia telah mendidik bangsa Malaysia sampai kami mengetahui bahwa bangsa yang kami didik selama ini sudah maju menjadi bangsa yang lebih baik dari kami sendiri. Tentu sebagai 'kakak', kami bangga dan terus menghormati MalaysiaTetapi semakin lama kemajuan bangsa Yang Mulia berlangsung semakin sering bangsa Indonesia mempertanyakan keterikatan Indonesia dan Malaysia.

Saya sulit untuk percaya bahwa sebagai saudara serumpun, bendera kami pun anda tidak ketahui padahal kami mengetahui Malaysia dan warganya dengan baik. Bendera merah-putih Indonesia itu dibayar dengan air mata, darah, dan usaha mati-matian para pendahulu dan pahlawan nasional kami.

(Baca: Bendera Indonesia Terbalik di SEA Games, Pemerintah Malaysia Minta Maaf)

Ketika kami mengetahui bahwa bendera Indonesia dicetak dengan salah, kami merasa bahwa ibu kandung kami telah dihina oleh Malaysia dan luka yang dalam telah dibuat dihati kami bangsa Indonesia. Kasus warna bendera Indonesia putih-merah ini sudah meninggalkan luka yang akan sulit dihilangkan di hati kami bangsa Indonesia, bisa saja tidak akan pernah pudar.

Sebenarnya, permohonan maaf tidak akan pernah cukup untuk menebus semua kesalahan negeri Yang Mulia kepada kami. Indonesia dan Malaysia sudah melalui hal banyak bersama tetapi sepertinya hormat respek yang kami beri tidak mendapat balasan dari Malaysia.

Jika dibandingkan dengan angka kesalahan yang telah dibuat Indonesia untuk Malaysia dan kesalahan yang dibuat Malaysia sendiri, Malaysia memiliki angka yang jauh lebih tinggi. Jadi apa yang tersisa dalam keterikatan kakak-adik ini? Bangsa Indonesia berharap kasus ini adalah kasus terakhir yang dibuat oleh Malaysia kepada kami karena kasus ini meninggalkan luka yang sangat dalam disetiap hati warga negara Indonesia.

Bendera negara Republik Indonesia terbalik di buku panduan yang diberikan kepada seluruh tamu undangan pembukaan SEA Games 2017.
Bendera Indonesia terbalik di buku panduan Sea Games 2017. ()

Kami sangat yakin peran kami sebagai 'kakak' kami lakukan dengan baik. Tetapi selama ini tidak pernah ada balasan atas kebaikan kami dari Malaysia, jadi kami berharap Malaysia akan belajar makna persaudaraan dan peran adik. Indonesia layak memiliki ikatan persaudaran dengan bangsa yang thauncara menghormati kami pula. Kami tidak ingin kesabaran kami selalu diuji dengan kekecewaan yang bangsa anda dan Yang Mulia sendiri buat karena kesabaran selalu ada batasnya.

Terima kasih. Yang Mulia boleh merespon tulisan ini atau tidak. Saya hanya menyampaikan hal yang harus saya sampaikan. Saya yakin tulisan ini akan sampai ke Yang Mulia Perdana Menteri sebab dunia ini sudah dihubungkan oleh teknologi. Teknologi menghubungkan antara satu manusia dengan manusia lain dengan cepat dan tanpa batas. Saya juga tidak tahu alamat Yang Mulia di Malaysia.

Hormat saya,
Adinda Saraswati Akbar

Sumber: TribunStyle.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved