Jumat, 15 Mei 2026

Jerami Jadi Kostum Wanita Ini, Seperti Model yang Berjalan di Catwalk Aspal

Dia dengan lincah berjalan melenggak-lenggkok bak peragawati profesional diatas catwalk aspal

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Kontestan Fashion Show menggunakan kostum jerami saat festifal jerami di Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (26/8/2017)(KOMPAS.com/Iqbal Fahmi) 

SERAMBINEWS.COM - Ada yang berbeda di Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sabtu (26/8/2017).

Tak seperti biasa, ratusan orang memadati jalan pedesaan yang sehari-hari lengang itu.

Sejak di persimpangan jalan, setiap orang yang datang disambut sebuah gapura serta puluhan patung yang seluruhnya terbuat dari jerami kering.

Patung beraneka wujud itu berdiri kokoh di kedua bahu jalan, membentuk sebuah diorama besar yang menampilkan identitas ikonik Kota Dawet Ayu tersebut.

Baca: Pengendara Keluhkan Pembakaran Jerami

Begitulah gambaran suasana kemeriahan Festival Jerami yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Tak berhenti sampai gapura dan deretan patung jerami, tak jauh dari panggung utama, jalanan aspal desa telah diubah menjadi sebuah catwalk untuk pameran kontes kecantikan.

Salah satu kontestan adalah Elsa Miftahul Jannah (17), siswi sebuah SMA negeri di Banjarnegara.

Dia dengan lincah berjalan melenggak-lenggkok bak peragawati profesional diatas catwalk aspal.

Baca: In Dia Foto Model-model Cantik di Karnaval HUT RI di Banda Aceh

Senyum lebar dari bibir tipisnya dilemparkan kepada setiap pasang mata dan lensa kamera yang membidik gerak tubuhnya.

Selaras dengan tema festival, kostum yang dikenakan Elsa pun terbuat dari rajutan jerami kering.

Lebih unik lagi, untuk memberikan warna-warni pada kostumnya, tim penata busana menganyam berbagai jenis sampah plastik menjadi ekor gaun yang dikenakan Elsa.

Inisiator Festival Jerami Banjarnegara, Arianto (44) mengatakan, selain Elsa sedikitnya terdapat 43 kontestan yang meramaikan panggungfashion show.

Semua peserta menggunakan kostum dengan bahan dasar jerami dan sampah plastik yang wajib dikumpulkan dari Sungai Belimbing.

Baca: Petani Dilatih Cara Manfaatkan Jerami untuk Pakan Ternak

“Jerami ini adalah simbol yang kami angkat untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara agraris. Dan kritik yang kami suarakan dengan jerami ini adalah untuk mendesak pemerintah agar menghentikan impor beras,” kata pria yang akrab disapa Arigami itu.

Pemilik rumah kreatif Indonesia itu menjelaskan, dengan gelaran festival jerami, dia ingin menularkan semangat kedaulatan pangan kepada generasi muda.

Dia berharap, anak-anak muda dan para sarjana yang memiliki kompetensi di bermacam bidang tidak lagi malu untuk turun ke sawah.

“Keprihatinan saya bukan tanpa sebab. Makin ke sini, profesi sebagai petani sudah tidak lagi menarik di mata generasi muda. Bagaimana kita mau melangkah ke tahap berdaulat pangan, jika profesi petani juga terancam punah,” ujarnya.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved