Pengendara Keluhkan Pembakaran Jerami
Pengendara sepeda motor mengeluhkan pembakaran jerami di areal persawahan pinggir
BANDA ACEH - Pengendara sepeda motor mengeluhkan pembakaran jerami di areal persawahan pinggir Jalan Banda Aceh-Medan. Pasalnya dari pembakaran itu muncul asap tebal muncul, sehingga menutup badan jalan dan menghalangi jarak pandang setiap pengguna jalan yang melintas.
Hal itu disampaikan oleh Muklis, warga Kuta Cot Glie yang setiap harinya melintas di jalan tersebut. Ia mengatakan asap yang muncul dari pembakaran tumpukan jerami itu sangat menggangu pengguna jalan nasional. Bahkan, beberapa kali kecelakaan, diakibatkan badan jalan tertutup asap dan kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan. “Kami mengharapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tanggap terhadap persoalan itu serta menerbitkan peraturan agar para petani menghentikan kebiasaannya membakar jerami di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Medan,” ujarnya kepada Serambi, Minggu (18/9).
Muklis menjelaskan, bahwa jerami padi yang telah dipanen itu sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk tanaman padi itu sendiri. “kalau jerami diberi urea lalu ditutup dengan terpal selama sebulan, maka akan menjadi pupuk organik yang sangat berguna bagi padi dan tanaman jenis lainnya,” demikian Muklis.
Catatan Serambi, Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto SIK, pernah mengintruksikan seluruh kapolsek di jajarannya agar menyampaikan kepada semua keuchik dan warga di wilayahnya masing-masing untuk tidak membakar jerami di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Medan yang menjadi ruas lintas semua kendaraan antarkota dan provinsi.
Hal tersebut pascamusibah kecelakaan di Bireuen beberapa waktu lalu yang merenggut merenggut banyak korban. Salah satu penyebab kecelakaan itu akibat pandangan sopir terhalang oleh asap terbal dari pembakaran jerami di pinggir jalan.(mir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bakar-jerami_20151005_174014.jpg)