Sopir Bus Cenderawasih Ditetapkan Jadi Tersangka
Heri Murizal (38), sopir Bus Cenderawasih BL 7328 Z, warga Desa Dayah Baro, Ulee Gle, Pidie Jaya
* 20 Korban Masih Dirawat
BIREUEN - Heri Murizal (38), sopir Bus Cenderawasih BL 7328 Z, warga Desa Dayah Baro, Ulee Gle, Pidie Jaya (Pijay), ditetapkan penyidik Polres Bireuen sebagai tersangka dalam peristiwa terbaliknya bus pengangkut rombongan antar pengantin (intat linto) di Peulimbang, Bireuen, Kamis (12/10).
Penetapan Heri Murizal sebagai tersangka disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SH melalui Kasat Lantas AKP Yasnil Akbar Nasution SIK kepada Serambi di ruang kerjanya, Jumat (13/10) kemarin.
Dalam kejadian itu, sopir bus mengalami luka ringan. Setelah menjalani perawatan di IGD RSUD Bireuen ia langsung dibawa ke Polres Bireuen untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan itulah tim penyidik menetapkan Heri sebagai tersangka.
Ia juga menceritakan kepada penyidik kronologis kejadian yang menimpa bus nahas itu di Peulimbang, Bireuen, Kamis, karena ia berupaya menghindari sebuah sepeda motor yang terjatuh di badan jalan persis di depannya. Karena mengerem tiba-tiba, bus yang disopiri Heri itu akhirnya terbalik sehingga banyak korban terluka dan kernet bus itu meninggal.
Bus yang dikemudikan Heri itu sedang mengantar rombongan pengantar pengantin dari Desa Cot Geulumpang Tunong, Jeunieb, atau dari arah Banda Aceh menuju Medan. Dalam perjalanan itu Cenderawasih beriringan dengan satu Bus Cenderawasih lainnya yang berada di depan.
Setiba di kawasan itu ada satu sepeda motor (sepmor) yang jenis dan nomor polisinya belum diketahui, terguling di badan jalan. Melihat ada sepmor yang jatuh, sopir mengelak dengan banting setir ke kiri demi menghindari tabrakan. Tapi bus itu menghantam berem jalan dan terbalik dengan posisi ban ke atas. Atas dasar kejadian itu, penyidik menetapkan Heri sebagai tersangka, mengingat ada korban yang tewas dan banyak yang cedera.
Selain menetapkan sopir sebagai tersangka, Satlantas Polres Bireuen juga menyelidiki dan mencari sepmor yang jatuh serta Bus Cenderawasih yang saat itu jalan beriringan dengan bus yang disopiri Heri. “Pengusutan terus dilakukan tim Polres Bireuen,” kata Kasatlantas.
Sementara itu, 20 korban kecelakaan lalu lintas Bus Cenderawasih yang mengantar pengantin pria itu masih menjalani perawatan di RSUD Bireuen dan RS Hospital Jeumpa.
Sedangkan sembilan orang lagi sudah dibenarkan pulang. Ada pula yang pulang atas permintaan sendiri dengan maksud berobat ke tukang urut.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Bireuen, dr Zulkarnaen Adam, kepada Serambi kemarin menyebutkan, hingga pukul 14.00 WIB kemarin, 20 orang masih dirawat, tiga di antaranya di RS Hospital Jeumpa dan 17 orang lagi di RSUD Bureuen. Sembilan orang lainnya sudah pulang. “Ada yang dirawat di ruang bedah, ruang saraf, dan satu orang dirawat di ruang anak,” rincinya. Salah seorang pasien yang masih dirawat bernama Baiti Salam (53), warga Cot Geulumpang Tunong, Jeunieb. Kepada Serambi di ruang IGD RSUD Bireuen, Baiti mengatakan, ia masih mengalami sakit di kepala, rusuk, dan tulang belakang. “Di bus saya duduk di bangku kedua, mungkin terkena benturan hingga saat ini masih sakit di tulang punggung belakang,” ujar Baiti Salam. (yus)