DPRK: Lokasi Tambang Emas Ilegal Kian Rusak
Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE mengatakan kondisi lingkungan sekitar lokasi penambangan ilegal di Aceh Barat
MEULABOH - Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE mengatakan kondisi lingkungan sekitar lokasi penambangan ilegal di Aceh Barat kian rusak dan memperihatinkan. Karenanya pemerintah diminta harus menertibkannya.
“Informasi kita peroleh sudah ada Instruksi Presiden (Inpres) soal tambang ilegal (agar ditertibkan),” katanya kepada Serambi kemarin. Ia menyebutkan Aceh Barat menjadi salah satu kabupaten yang terdapat tambang ilegal, selain di Pidie, Aceh Jaya dan Nagan Raya.
“Kita dapat kabar akan ditertibkan ketika tadi (kemarin) dalam teleconference di Mapolres Aceh Barat dengan Mabes Polri,” kata Ramli SE. Menurutnya di Aceh Barat terdapat tiga titik tambang emas ilegal yakni Kecamatan Sungaimas, Panton Reu dan Pante Ceureumen. Kondisi lahan emas tersebut sangat memprihatinkan karena sudah berdampak pada kerusakan lingkungan. Apalagi para penambang menggunakan alat berat untuk mengeksploitasi emas.
Oleh karena itu Ramli SE meminta Dinas Pertambangan Aceh bertanggung jawab dan tidak tinggal diam. Apalagi menyangkut hidup orang banyak seperti dampak banjir yang sering melanda. “Aktivitas tambang emas sudah dimulai sejak 2011 hingga 2017 ini masih berlangsung,” ungkapnya.
Sebelumnya ketika kunjungan ke Meulaboh baru-baru ini Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga sempat menyatakan bahwa aktivitas tambang ilegal di sejumlah kabupaten di Aceh sudah dilaporkannya ke Polda Aceh. Ia juga berharap Polres dapat bertindak.(riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petambang-emas_20160319_164459.jpg)