Minggu, 12 April 2026

Unsyiah Deklarasi sebagai Pusat Literasi di Aceh

Dalam sambutannya, Dr Hizir mengatakan, Unsyiah harus jadi motor terdepan dalam menggerakkan budaya literasi di Aceh.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala, Dr Hizir didampingi Dekan FKIP Unsyiah, Prof Dr Djufri MS menabuh rapa-i saat mendeklarasikan Unsyiah sebagai Pusat Literasi Aceh di Auditorium FKIP Unsyiah, Senin (30/10/2017). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Hizir Sofyan, mendeklarasikan Unsyiah sebagai Pusat Literasi di Aceh.

Pendeklarasian itu dilakukan dalam Seminar Nasional di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Senin (30/10/2017).

Dalam sambutannya, Dr Hizir mengatakan, Unsyiah harus jadi motor terdepan dalam menggerakkan budaya literasi di Aceh.

Nama Unsyiah yang diambil dari salah seorang ulama karismatik di Aceh (Syekh Abdurrauf As-Singkily atau Syiah Kuala), kata dia, menunjukkan bahwa Unsyiah sangat cocok menjadi penggagas sekaligus penggerak literasi di Serambi Mekkah.

(Baca: Dosen Unsyiah Masuk Finalis Dosen Berprestasi Nasional)

Sekarang Perpustakaan Unsyiah sudah bisa diakses secara online. Banyak buku yang bisa didapat di Unsyiah. Rating pembaca di Perpustakaan Unsyiah pun setiap hari meningkat.

Bukan hanya kalangan mahasiswa Unsyiah, tapi juga dosen, siswa, dan mahasiswa dari luar banyak yang berdatangan ke Perpustakaan Unsyiah.

"Tinggal ke depan, budaya baca ini kita perkuat dengan budaya tulis, sehingga budaya literasi benar benar menyala dari sini, dari kampus Jantong Hate Rakyat Aceh ini," ujarnya.

Deklarasi Unsyiah sebagai Pusat Literasi Aceh ditandai dengan penabuhan rapa-i oleh Hizir mewakili Rektor Unsyiah, didampingi Kepala Pembinaan dan Pengembangan Badan Bahasa Jakarta, Prof Dr Gufron Ali Ibrahim MS dan Satria Darma sebagai tokoh literasi nasional yang juga penggagas literasi masuk sekolah.

Selain itu, disaksikan oleh guru besar Universitas Sumatera Utara (USU), Dekan FKIP Unsyiah, dosen FKIP, dan ratusan mahasiswa.

Selain turut mendeklarasikan Unsyiah sebagai Pusat Literasi, Kepala Pembinaan Badan Bahasa, Prof Dr Gufron Ali Ibrahim MS juga bertindak sebagai pemateri utama dalam seminar nasional yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Unsyiah tersebut.

Pemakalah utama lainnya, Satria Dharma sebagai tokoh literasi nasional dan Prof Dr T Silvana Sinar MAdari Universitas Sumatera Utara.

Ketua Jurusan Bahasa Indonesia FKIP Unsyiah, Dr Mohd Harun MPd mengatakan, Aceh sebenarnya adalah pusat literasi Nusantara. AHamzah Fansyuri adalah yang memopulerkan bahasa Melayu di Nusantara.

(Baca: Rektor se-Aceh Kumpul di Unsyiah, Ada Apa?)

"Karena itu, Aceh sangat layak menjadi pusat literasi nusantara. Tinggal kita saja yang hidup di zaman sekarang, mau tidak?" ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved