VIDEO: Pernah ke Kampung Acheh di Malaysia? Suasananya Sejuk dan Aceh Banget
Di daerah Yan ini terdapat sebuah perkampungan yang dihuni oleh puluhan orang keturunan Aceh.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: RezaMunawir
Laporan Zainal Arifin | Malaysia
SERAMBINEWS.COM, KUALALUMPUR – Yan adalah nama sebuah daerah di Negeri Kedah Darul Aman, Malaysia.
Di daerah Yan ini terdapat sebuah perkampungan yang dihuni oleh puluhan orang keturunan Aceh.
“Kampung Acheh” begitulah nama perkampungan yang sangat asri nan damai ini.
Sesuai namanya, suasana kehidupan di kampung ini sangat mirip dengan perkampungan di pedalaman Aceh, Indonesia.
Masyarakat yang ramah, alam yang asri, dan kehidupan religius para santri yang sedang menuntut ilmu di Maktab Mahmud Yan, menghiasi hari-hari masyarakat kampung ini.
Suasana ramah ini pula yang kami rasakan saat berkunjung ke Kampung Acheh ini pada, Senin (30/10/2017).
Kami disambut hangat oleh sejumlah tokoh keturunan Aceh yang bermukim di Yan.
Antara lain Jazni Ali (62) Presiden Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM), Abdurrahman Yasin (71) Sekjen IMAM, dan Nor Ali atau Cut Ali (65), pensiunan Askar Negara Malaysia.
Mereka merupakan keturunan keempat dari warga Aceh yang bermukim di kawasan ini. Tapi saat bicara, seakan-akan mereka bukanlah orang yang lahir dan besar di perantauan. Bahasa Aceh mereka masih sangat fasih.
Selain orang-orang yang masih berbicara dalam bahasa Aceh, lorong-lorong di perkampungan ini mengabadikan nama para ulama asal Aceh.
Seperti Lorong Teungku Di Balei, Lorong Teungku Syik Lam U, dan lainnya.
Masyarakat Kampung Acheh ini juga memiliki sebuah koperasi yang mengelola beberapa unit usaha. Nama koperasi ini pun masih sangat kental Aceh, yaitu Koperasi Sabena.
Salah satu unit usaha milik Koperasi Sabena adalah “Kampung Aceh Management Centre (KAMC)”.
KAMC adalah sebuah kawasan wisata alam yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas bagi pihak yang ingin melaksanakan out bound, kursus, maupun seminar.