Selasa, 28 April 2026

280 Unit Kios untuk Dhuafa di Agara Telantar, Proyek Bernilai Rp 6 Miliar Itu Dinilai Sia-sia

"Proyek yang menelan dana Rp 6 miliar itu sia-sia, karena perencanaan proyek tidak matang."

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Ratusan pintu kios untuk dhuafa di Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, Agara, telantar. Berdasarkan amatan, Senin (6/11/2017), seng dan kayu raib diduga dicuri maling. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Kios dhuafa di Desa Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara kini telantar.

Bahkan banyak atap seng dan kayu hilang diduga dicuri maling.

Selain itu, kawasan itu juga ditumbuhi rumput dan dipenuhi kotoran hewan.

Pembina LSM Satyapila Aceh Tenggara, Nasrulzaman kepada Serambinews.com menilai, proyek yang menelan dana Rp 6 miliar itu sia-sia, karena perencanaan proyek tidak matang.

(Baca: Irwandi Ancam Kontraktor, Proyek tidak Selesai Tepat Waktu Langsung Perusahaannya Diblacklist)

Menurut dia, wajar pedagang kaki lima (PKL) enggan menempati kios tersebut karena fasilitas yang tersedia sangat minim, khususnya air bersih dan listrik.

Pihaknya meminta Bupati/Wabup Agara Raidin-Bukhari segera memfungsikan kios tersebut, sebab cukup besar anggaran yang dihabiskan untuk pembelian tanah dan pembangunannya.

(Baca: Bantah Pernyataan Presiden, Sudirman Said Sebut Proyek Reklamasi Ada Usai Jokowi Terbitkan Pergub)

Sementara Kabid Pendapatan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Aceh Tenggara, Basri SE MAP, mengatakan sebanyak 280 pintu kios dan 368 lapak itu dibangun pada 2015 dan dibagikan kepada pedagang pada Agustus 2016.

Tapi, sampai kemarin tidak ditempati pedagang karena air bersih untuk kebutuhan pedagang ikan belum tersedia.

Fasilitas lain juga minim, termasuk jaringan listrik.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved