Anggota DPRK Ini Rela Basah Kuyup Mendorong Sampan Evakuasi Korban Banjir
Rasumin, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Subulussalam telah standby sejak kemarin di lokasi bencana.
Penulis: Khalidin | Editor: Yusmadi
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Bencana banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam menggetarkan semua pihak termasuk sejumlah wakil rakyat di daerah ini.
Seperti Rasumin Pohan, anggota DPRK Subulussalam ini tampak rela basah kuyup mendorong sampan untuk membantu masyarakat dan mengevakuasi barang mereka, Selasa (5/12/2017).
Rasumin yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Subulussalam telah standby sejak kemarin di lokasi bencana.
(Baca: Banjir Tahunan di Sultan Daulat, Ini Tiga Opsi Penanggulangan Versi Wali Kota Subulussalam)
Dia pun tak sungkan berbaur membantu proses evakuasi dan mengangkat barang masyarakat.
Bahkan, saat ada yang membutuhkan sampan, Rasumin rela basah-basahan dalam genangan banjir untuk ikut mendorong sampan mengangkut warga atau barang.
Selain Rasumin, hadir pula di lokasi bencana koleganya H Ajo Irawan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kedua anggota DPRK Subulussalam ini tampak sibuk memantau kondisi banjir di daerah asalnya itu.
”Harus ada solusi ke depan yang benar-benar dapat mengurangi beban masyarakat, bukan sekadar perhatian sesaat,” kata Rasumin kepada Serambinews.com.
Hal senada disampaikan H Ajo Irawan yang berharap ke depan dapat dialokasikan dana untuk membantu mengatasi banjir di Sultan Daulat.
(Baca: Ketika Sang Wali Kota Ikut Menggotong Korban Banjir yang Sakit)
Sementara Rasumin mengatakan banjir yang terjadi di Sultan Daulat kali ini merupakan terbesar sejak 17 lalu. Banjir serupa pernah terjadi di era 2000-an. Kini, musibah kembali menimpa warga di sana.
Seperti diketahui, tiga desa dalam Kecamatan Sultan Daulat yakni Suka Maju, Sigrun dan Jabi-Jabi dikepung banjir besar hingga menyebabkan ribuan warga harus mengungsi baik ke rumah sanak keluarga, tetangga atau pindah ke bagian tertinggi rumah mereka.
Banjir terjadi akibat meluapnya sungai besar yang membentang di ketiga desa ini. Banjir diperparah oleh kiriman dari Kutacane, Aceh Tenggara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rasumin-pohan-mendorong-sampan-mengangkut-warga_20171205_231505.jpg)