Minggu, 3 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Kajian Ilmu Falak, Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh Rabu, 27 Mei 2026

Pemerintah akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Zulhijjah 1447 H, pada Minggu 17 Mei 2026. 

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
AHLI FALAK - Ahli Falak Aceh, Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A, Minggu (3/5/2026) menjelaskan dalam kajian ilmu falak, untuk mengetahui awal bulan Hijriah sangat tergantung pada kondisi hilal secara astronomis. Ada tiga data yang perlu diketahui secara astronomis, yaitu konjungsi, tinggi hilal, dan sudut elongasi bulan.   

Ringkasan Berita:
  • Ahli falak memprediksi 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026.
  • Posisi hilal di seluruh Indonesia dinilai sudah memenuhi kriteria Imkan Rukyat MABIMS dengan tinggi minimal di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat.
  • Pemerintah akan menetapkan secara resmi awal Zulhijjah dan Idul Adha melalui sidang isbat pada 17 Mei 2026.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Zulhijjah 1447 H, pada Minggu 17 Mei 2026. 

Sekaligus guna menentukan Idul Adha atau 10 Zulhijjah 1447 H.

Namun sesuai kajian ilmu falak dapat dipastikan kalau 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin 18 Mei 2026 dan hari raya Idul Adha 1447 H bertepatan Rabu, 27 Mei 2026. 

Ahli Falak Aceh, Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A, Minggu (3/5/2026) menjelaskan dalam kajian ilmu falak, untuk mengetahui awal bulan Hijriah sangat tergantung pada kondisi hilal secara astronomis. 

Ada tiga data yang perlu diketahui secara astronomis, yaitu konjungsi, tinggi hilal, dan sudut elongasi bulan.  

Pertama, konjungsi geosentrik atau ijtma’ yaitu peristiwa ketika nilai bujur ekliptika bulan sama dengan nilai ekliptika matahari dengan diandaikan pengamat berada di pusat bumi. 

Baca juga: Kapan Pastinya Idul Adha Tahun Ini? Berikut Hasil Kajian Ahli Falak Aceh

Peristiwa ini kembali terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 03.00.55 WIB atau pukul 04.00.55 WITA atau pukul 05.00.55 WIT.

Kedua, tinggi hilal adalah jarak bulan yang dihitung dari garis ufuk barat ke pusat piringan bulan atau ke piringan bawah hilal. 

Posisi hilal di ufuk barat pada hari Minggu, 17 Mei 2026 M atau 29 Zulkaidaah 1447 H, saat matahari terbenam di seluruh Indonesia berada di atas ufuk barat berkisar antara 06 derajat 56 menit 50 detik busur (tertinggi) di Sabang sampai 03 derajat 17 menit 33 detik busur (terendah) di Merauke.

Ketiga, sudut elongasi bulan adalah jarak sudut antara pusat piringan bulan dengan pusat piringan matahari yang terbentuk saat matahari terbenam di tempat pengamatan. 

Nilai sudut elogasi bulan saat matahari terbenam pada  Minggu 17 Mei 2026 atau 29 Zulkaidah 1447 H di seluruh Indonesia berkisar antara 10 derajat 37 menit 26 detik busur (tertinggi) di Sabang, sampai 08 derajat 55 menit 07 detik busur (terendah) di Merauke.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hilal sudah wujud di atas ufuk barat saat matahari terbenam, kondisi hilal juga sudah memenuhi kriteria Imkan Rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura). 

Baca juga: Siap-siap Ada Long Weekend Lagi! Cek Tanggal Merah Mei 2026, Lengkap Tanggal Berapa Idul Adha

"Secara kriteria Imkan Rukyat MABIMS, kondisi hilal tersebut sudah memenuhi kriteria dalam penetapan bulan baru dalam kalender Hijriah disebabkan kondisi hilal sudah melebihi batasan minimal yang yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk barat saat matahari terbenam dengan elongasi minimal 6,4 derajat," papar Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A, yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Atas dasar data tersebut dapat dipastikan bila kondisi langit cerah, hilal pada sore Minggu 17 Mei 2026 yang bertepatan 29 Zulkaidah 1447 H akan berhasil diamati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved