Senin, 11 Mei 2026

Akhir Perjalanan First Lady Pidie

SYARIFAH (48), istri Bupati Pidie, Roni Ahmad telah tiada. Kehidupan first lady Pidie tersebut berakhir pada insiden kecelakaan

Tayang:
Editor: hasyim
Syarifah Ahmad (48) 

SYARIFAH (48), istri Bupati Pidie, Roni Ahmad telah tiada. Kehidupan first lady Pidie tersebut berakhir pada insiden kecelakaan di Km 130 tol Cipoko-Paliaman (Cipali), Indramayu, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (8/12) sore.

Kecelakaan maut itu bukan saja merenggut nyawa first lady tetapi juga dua pendamping beliau dalam perjalanan yaitu Afdal Daud (Adc Bupati Pidie) dan seorang perempuan bernama Cut Rita Zahara (Wakil Bendahara Umum PB Kohati).

Rombongan Bupati Pidie dalam perjalanan ke Solo melalui jalur darat. Saat musibah terjadi, mobil yang digunakan istri Wakil Bupati Pidie melaju di depan, sedangkan mobil Abusyik bersama beberapa orang lainnya, termasuk Mirza Ismail (mantan bupati Pidie) di belakang. Tujuan ke Solo adalah untuk menerima Penganugerahan Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia.

Syarifah adalah sosok sederhana, ramah, dan bersahaja. Itulah kesan pertama yang didapat Serambi saat wawancara khusus di kediamannya pada Kamis, 3 Juli 2017.

Perempuan kelahiran Gampong Pante Kulu, Titeu, Pidie, ini menjadi First Lady Pidie sejak Senin 17 Juli 2017, setelah suaminya yang berpasangan dengan Fadhlullah TM Daud dilantik sebagai dan Wakil Bupati Pidie.

“Panggil apa saja saya boleh. Umi atau ibu,” ujar perempuan yang dinikahi Abusyik di Malaysia pada 1995, mengawali wawancara.

Membesarkan anak tanpa didampingi suami karena Abusyik harus sembunyi-sembunyi, tidaklah mudah. Namun, Syarifah telah menjalaninya dengan tegar. “Saya selalu berdoa agar suami saya selamat dan saya diberi kesabaran membesarkan anak-anak saya. Saya terharu dengan apa yang saya dapatkan sekarang jika saya mengenang masa-masa sulit dulu,” tuturnya.

Dari perkawinan Syarifah dan Abusyik, mereka dikarunia lima anak, yaitu M Riza dan Dara Safira yang sedang kuliah di Unsyiah. Berikutnya Nanda Maghfirah (kelas II SMA), Khairunnisa (kelas VI), dan Nur Akmalia (kelas I SD).

Meskipun telah melalui berbagai kesulitan hidup selama mendampingi suami tercinta, namun menjelang ajalnya tidak tersirat sedikit pun kesedihan di rawut wajah perempuan lulusan SMA Kota Bakti ini.

Pemulangan jenazah
Informasi yang diterima Serambi tadi malam menyebutkan, jenazah istri Abusyik bersama dua lainnya yaitu Afdal Daud dan Cut Rita Zahara diberangkatkan dari RS MH Thamrin Purwakarta ke Bandara Soekarno-Hatta menjelang tengah malam.

Ketiga jenazah diterbangkan dengan pesawat Garuda pada pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan landing di Bandara SIM Blangbintang pukul 09.20 WIB pagi ini. “Dari Bandara SIM langsung dibawa pulang ke Pidie dan dijadwalkan sudah berada di kediaman masing-masing pada pukul 12.00 WIB,” lapor seorang kerabat Abusyik yang siaga di Banda Aceh.

Sekda Pidie, H Amiruddin SE MSi yang dihubungi Serambi mengatakan,

menurut rencana jenazah istri Bupati Pidie akan dikebumikan di Gampong Puuk, Kecamatan Delima. Sedangkan Afdal Daud di Gampong Lampoh Krueng, Kecamatan Kota Sigli dan Cut Rita Zahara di Gampong Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Pidie.

Pantauan Serambi sekitar pukul 20.00 WIB tadi malam, sejumlah orang berdatangan ke pendopo bupati Pidie. Ada yang datang secara perorangan namun tak sedikit yang berkelompok.

“Kami rombongan pengajian dari Tangse sedang ada acara maulid, tiba-tiba mendengar kabar ibu Bupati meninggal, makanya kami ke sini mau tanya kepastian,” ujar seorang ibu asal Tangse.

Di tengah kesibukan di pendopo, seorang pria yang mengendarai mobil double cabin mengatakan dia bersama yang lainnya akan langsung melakukan persiapan di Puuk karena menurut pria tersebut jenazah istri Abusyik langsung ke Puuk, tidak dibawa ke pendopo.(aya/nas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved