Kamis, 11 Juni 2026

Perbaikan Jembatan Indrapuri Tuntas

Arus lalu lintas di jembatan Inrapuri, Aceh Besar, sejak Sabtu (9/12) siang kembali lancar

Tayang:
Editor: bakri
WAKIL Ketua DPRA, Sulaiman Abda meninjau jembatan Indrapuri yang sadang diperbaiki lantai beton. 

* Arus Lalu Lintas Kembali Lancar

BANDA ACEH - Arus lalu lintas di jembatan Inrapuri, Aceh Besar, sejak Sabtu (9/12) siang kembali lancar. Tidak ada antrean panjang dan buka tutup arus lalu lintas, setelah perbaikan jembatan, mulai dari lantai jembatan dan pengaspalan tuntas dikerjakan.

PPK Satker Pelaksana Jalan Nisional (PJN) I Aceh, Ir Safaruddin dan kontraktor yang mengerjakan jembatan Indrapuri, Haikal, mengatakan, lancarnya arus lalu lintas di kawasan itu menyusul tuntasnya perbaikan jembatan tersebut. Mereka menyampaikan rasa terimakasih kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang bersabar dan harus antre selama tiga bulan saat melintasi jembatan itu.

Lantai jembatan bisa diaspal Sabtu siang, kata Safaruddin dan Haikal, setelah masa umur cor lantai betonnya cukup hari, atau sudah berumur 28 hari. Setelah usia cornya cukup, dilanjutkan dengan pengujian tes lab beton dari laboratorium Teknik Unsyiah. Hasil tes lab menyatakan usia beton sudah cukup, baru dilakukan pengaspalannya.

“Lambannya pengaspalan lantai jembatan yang telah diperbaiki, bukan karena jumlah buruh yang bekerja sedikit. Tapi karena menunggu masa umur lantai beton yang telah dicor,” kata Safaruddin.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasih dan kepada muspika Kecamatan Indrapuri, Polres serta Satlantas Aceh Besar. “Karena atas bantuan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas buka tutup, dari Polres dan Polsek Indrapuri, Danramil, dan pihak lainnya, pekerjaan perbaikan konstruksi lantai jembatan Indrapuri bisa selesai dan kini arus lalu lintasnya sudah lancar kembali,” pungkas Safaruddin.

Lancarnya arus lalu lintas di atas jembatan Indrapuri melegakan para sopir angkutan. Selain mereka tidak harus mengantre panjang, waktu tempuh juga semakin cepat. Meski begitu ada kegundahan yang masih menggelayut di hati para awak angkutan itu. Pasalnya jika dilintasi, jembatan tersebut terasa bergetar dan goyang.

Karenanya para sopir pun mengusulkan agar dibangun jembatan lain di dekat jembatan yang kini telah berusia 26 tahun itu. Jembatan sepanjang 195 meter itu dinilai sudah tak mampu lagi menahan beban berat.

Saran para sopir itu dikuatkan tim penilai masa pakai umur jembatan rangka baja dari PJN Wil I Aceh, Zusnan. Zusnan mengatakan, dengan semakin tingginya volume arus lalu lintas dan semakin beratnya beban truk barang yang melintas, maka masa pakai jembatan itu semakin pendek.

“Lantai jembatan yang sudah rusak memang telah diperbaiki. Tapi, konstruksi kerangka bajanya, belum bisa menjamin masa pakai jembatan itu bisa lebih lama. Apa lagi, ketika konstruksi rangka baja jembatan, bila dilintasi truk-truk bertonase besar memberikan getaran dan goyangan yang sangat kuat,” jelas Zusnan.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved