Liputan eksklusif

Si Asin pun Didatangkan dari Medan

DARI 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya 18 kabupaten/kota yang memiliki laut, minus Aceh Tengah, Bener Meriah

Editor: bakri

Warga Aceh Utara lebih beruntung, karena di kabupaten ini terdapat sejumlah sentra pengolahan garam. Di antaranya terdapat di Desa Kuala Cangkoi dan Matang Tunong Kecamatan Lapang. Namun, semuanya masih diproduksi secara tradisional, sehingga hasil produksinya belum diterima di semua pasar.

Selain jenis garamnya tidak putih bersih, juga banyak pihak yang meragukan aspek higienitas dan kehalalan dalam proses produksinya. Terlebih karena lahan ladang garam tersebut tidak dipagari, sehingga berbagai binatang mudah masuk ke areal tersebut.

Kondisi lain yang menyebabkan produksi garam petani di Lapang belum berkembang adalah karena belum ada saluran di kawasan itu. Bahkan sebagian besar petani garam di kecamatan itu sudah berhenti memproduksi akibat tak mampu membangun pondok. “Petani garam di kawasan kami sebelumnya 81 orang. Tapi sekarang hanya tersisa sekitar 30 orang lagi,” ujar Ketua Kelompok PetaniGaram Lapang, Hamdani kepada Serambi.

Menurutnya, petani garam di kawasan itu sulit mendapatkan bibit garam dan harganya juga meningkat tajam. Sebelummya per sak dengan berat 50 kg harganya Rp 100 ribu, sekarang naik menjadi Rp 270 ribu persak. “Kami sudah berkali-kali menyampaikan hal ini kepada pemerintah, agar ada pembinaan serius,” katanya.

Beberapa waktu lalu, Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma mengunjungi areal produksi garam untuk melakukan pendataan. Tujuannya adalah untuk diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI agar menjadi lahan produksi garam geomembran (pendederan dan penguapan sinar matahari).

Soalnya, kementerian pada tahun 2018 akan membangun 10 pilot project (proyek percontohan) produksi garam di Indonesia, salah satunya di Lapang.

“Saya sudah sampaikan ini beberapa kali kepada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk menyelamatkan petambak garam. Pihak kementerian menyahuti hal ini. Rencananya pada tahun 2018, di Lapang akan dijadikan salah satu lokasi pilot project produksi garam,” ujar Haji Uma. Mudah-mudahan, benar adanya agar nasib petani garam tak selamanya asin. (riz/de/jaf)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved