Putra Kedua Muammar Gaddafi Siap Maju dalam Pemilihan Presiden Libya 2018
aif mengaku telah mendapat dukungan mayoritas dari asosiasi suku untuk bertarung dalam pilpres 2018.
(Baca: Dibalik Unggahan Minta Like, Bagikan, dan Katakan Amin di Facebook Ternyata Ada Bisnis Terselubung)
Saif dibebaskan pada Juni 2017 setelah enam tahun terakhir ditahan oleh milisi di Kota Zintan.
Saif ditahan pada November 2011 pasca-kejatuhan rezim Gaddafi.
Pria yang secara kontroversial menerima gelar PhD dari London School of Economics sempat dijatuhi hukuman mati in absentia oleh pengadilan Tripoli.
Pengadilan ini berada di bawah kendali GNA yang didukung PBB.
Pasca-dibebaskan, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan kepada Saif.
Dia dianggap bertanggung jawab atas berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya semasa ayahnya masih memerintah. (Africa News)
(Baca: Harganya Murah Banget, Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi 5A di Indonesia)
(Baca: KIP Pidie Verifikasi Faktual Keanggotaan Partai Nanggroe Aceh, Ketua DPW PNA Optimis Lolos)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/putra-kedua-mendiang-pemimpin-libyar-muammar-gaddafi-saif-al-islam-gaddafi_20171220_162956.jpg)