Sabtu, 30 Mei 2026

Natural Aceh Tanam Mangrove Bersama Disabilitas

Lembaga riset Natural Aceh bersama sejumlah komunitas dan puluhan penyandang disabilitas kembali

Tayang:
Editor: bakri
Pelajar dari Pulau Nasi dan Pulau Breuh menanam pohon mangrove di rawa-rawa gampong Alue Riyeung, Pulau Nasi, Kecdamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, Minggu (23/7).Kegiatan itu merupakan bagian dari Festival Pulo Aceh. 

BANDA ACEH - Lembaga riset Natural Aceh bersama sejumlah komunitas dan puluhan penyandang disabilitas kembali menanam ratusan batang mangrove di Dusun Podiamat, Gampong Alue Naga, Banda Aceh, Kamis (11/1). Para peserta terdiri atas pecinta dan aktivis lingkungan itu melakukan penanaman inklusi pertama di Aceh.

Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, kepada Serambi kemarin mengatakan, penanaman inklusi merupakan upaya mengembangkan lingkungan dengan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan perbedaan fisik. “Menariknya pada aksi kali ini, kami dibantu teman-teman tuna rungu dan grahita,” ujarnya, dan menyebut acara itu didukung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Aceh.

Ditambahkan, ke depan pihaknya berencana studi tur ke ekowisata mangrove Gampong Baru, Aceh Jaya, dengan membawa para penyandang disabiltas dalam eduwisata tersebut. “Kami berharap masyarakat bisa memahami, menerima, serta mengakui keberadaan penyandang disabilitas secara lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Program Manager Forum Komunikasi Masyarakat Berkebutuhan Khusus Aceh (FKM BKA) Young Woman Unit (YWU), Puteri Handika mengatakan, pihaknya memperjuangkan pembangunan sosial perempuan disabilitas untuk meningkatkan martabat, SDM, dan mendapat kesempatan yang sama dengan pria. “Termasuk dalam mitigasi perubahan iklim, kami mempunyai hak dan pasti mendapatkan dampak akibat perubahan iklim yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Seorang peserta dari kelompok disabilitas, Yuli berharap diskriminasi dan stigma bahwa kaum disabilitas tidak dapat mengambil tindakan dan perlu dikasihani dapat berubah di Aceh. “Kami berharap kehidupan yang inklusi dan setara bisa terwujud dengan baik kedepannya,” jelasnya.(fit)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved