Sabtu, 18 April 2026

Asal Usul Nama Gang Dolly Surabaya, Siapakah Dolly Sebenarnya?

Sosok Dolly memang seperti legenda. Legenda dalam dunia persyahwatan di Surabaya. Sohor, tetapi jarang sekali bisa dijumpai.

Editor: Fatimah
Advenso Dollyres Chavit dan keluarga | dok. Majalah Jakarta-Jakarta 

Banyak lelaki ingin menikahi Dolly. Tetapi permintaan itu ditampiknya. Dolly memilih menjadi single parent.

Alasannya simpel. Ia tak ingin satu-satunya anak lelaki yang ia miliki menerima perlakukan kasar dari ayah tiri. 

Menjadi Germo di Surabaya dan Hijrah ke Malang

Awal 1960-an Dolly hijrah ke Kembang Kuning. Inilah komplek pelacuran di Surabaya. 

Ia kemudian diasuh oleh Tante Beng. Nama terakhir adalah nama mucikari sohor pada masa itu.

Sekitar delapan tahun ia menjadi anak kesayangan Tante Beng.

Pada masa-masa itu ia mulai mengumpulkan aset. 

Pelajaran ngegermo, menurut Dolly juga ia dapatkan dari sang mucikari.

Sekitar tahun 1969 Dolly memutuskan pindah ke kawasan Kupang Gunung. 

Di sanalah ia membangun rumah, di bekas lahan kuburan cina. Dolly mulai mengusahakan "wisma" – istilah lain untuk rumah bordil.

Dari satu wisma, berkembang hingga empat. Ada Istana Remaja, Mamamia, Nirmala, lalu Wisma Tentrem. 

Setiap wisma menampung sekitar 28 pekerja seks komersial (PSK).

Rumah bordil miliknya, menurut Dolly dibangun tanpa bantuan arsitek atau pemborong. Dolly mengaku memandori sendiri. Sebuah kemampuan yang dipelajari dari orangtuanya.

Jadi, mulai alih profesi, dari seorang pramusyahwat, eh, PSK, menjadi germo? Dolly menyatakan tidak sepenuhnya benar.

Dolly bilang ia memang sempat menjadi germo, tetapi hanya sebentar saja. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved