RSUD Gelar Syukuran dan Sudah Miliki Alat Pemecah Batu Ginjal
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen sejak Sabtu (27/1) kemarin mengoperasionalkan alat
BIREUEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen sejak Sabtu (27/1) kemarin mengoperasionalkan alat pemecah batu ginjal atau disebut alat Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).
Selain itu,rumah sakit tersebut juga menerima dua unit ambulan untuk kelancaran pelayanan pasien. Pengoperasional alat pemecah batu ginjal dan penyerahan dua unit ambulan dilakukan Bupati Bireuen, H Saifannur S Sos kemarin bersamaan dengan kegiatan maulid Nabi dan syukuran atas keberhasilan meraih prediket paripurna atau bintang lima hasil akreditasi rumah sakit beberapa waktu lalu.
Direktur RSUD Bireuen, dr Mukhtar MARS mengatakan, kegiatan syukuran sebagai rasa syukur atas hasil survey akreditasi beberapa waktu lalu berhasil mendapatkan prediket paripurna bintang lima. RSUD Bireuen juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa universitas untuk bimbingan klinik..
“Kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi sebagai langkah lebih untuk meningkatkan RSUD Bireuen dari tipe B Non Pendidikan menjadi tipe B Pendidikan,” katanya. Dijelaskan, alat pemecah batu ginjal tanpa operasi adalah pengadaan dari rumah sakit itu sendiri yang dibeli beberapa waktu lalu harganya mencapai Rp 4 miliar. Peralatan tersebut ditempatkan pada satu ruangan khusus untuk pasien penyakit ginjal dan diresmikan Bupati Bireuen H Saifannur S Sos.
Selain itu, RSUD juga menerimadua unit ambulan dari Bupati Bireuen, satu unit untuk pelayanan pasien dan satu unit sebagai mobil jenazah bantuan DAK tahun 2017. Wadir Bidang Umum RSUD Bireuen, dr Irwan A Gani yang didampingi Wadir Bidang Pelayanan, dr Zulkarnaen Adam kepada Serambi mengatakan, dengan bantuan tersebut, maka jumlah mobil antar jemput pasien menjadi sembilan unit dan mobil jenazah menjadi tiga unit Rangkaian kegiatan syukurankemarin dimulai dengan selawat badar, kemudian pemberian santunan kepada 100 orang anak yatim, ceramah maulid Nabi disampaikan Tgk Dr Nazaruddin Abdullah S Ag.
Bupati Bireuen H Saifannur dalam sambutannya mengatakan, saat ini di RSUD dr Fauziah untuk ada alat pemecah batu ginjal, jadi bagi pasien penyakit ginjal tak perlu lagi ke Banda Aceh karena peralatan sudah tersedia di rumah sakit. H Saifannur mengharapkan, RSUD menjadi contoh teladan atau rujukan bagi rumah sakit lainnya dan saat ini terus berkembang dan pelayanan makin meningkat. Syukuran dan mulid nabi dihadiri Tgk H Muhammad Amin Mahmuh atau lebih dikenal Abu Tumin Blang Bladeh, ketua DPRK dan sejumlah anggota DPRK Bireuen, kepala SKPK, tenaga medis dari sejumlahrumah sakit dan Puskemas dan ratusan undangan. (yus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/alat-pemecah-batu-ginjal_20180128_074055.jpg)