Pipa Gas Rumah Tangga dari Plastik
PT Perta Gas Niaga (PGN) mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan yang ada jaringan gas rumah tangga
* Rawan Meleleh dan Bocor jika Kena Panas
* Warga Diimbau tak Bakar Sampah di Atasnya
LHOKSEUMAWE - PT Perta Gas Niaga (PGN) mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan yang ada jaringan gas rumah tangga, untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lokasi yang di bawahnya terdapat pipa gas. Sebab, pipa gas rumah tangga tersebut jenis pipa PE yang terbuat dari plastik, sehingga rawan meleleh dan bocor jika terlalu panas.
Manajer Humas PT Perta Gas Niaga, Ratna Dumila, Kamis (22/2), menjelaskan, pipa yang mendistribusikan gas ke rumah masyarakat memang jenis pipa PE yang terbuat dari plastik. Sehingga bila ada pembakaran sampah di atasnya, ucap dia, maka pipa tersebut sangat berpotensi meleleh hingga terjadi kebocoran. “Kita harapkan kejadian ini yang terakhir kali terjadi. Kita minta masyarakat juga berpartisipasi menjaga jaringan gas rumah tangga agar tetap dalam kondisi aman,” ujar Ratna Dumila.
Dia menyebutkan, kebocoran pipa gas rumah tangga seperti yang terjadi di Blang Naleung Mameh, bukanlah hal yang pertama kali di Kota Lhokseumawe. Karena, bebernya, beberapa bulan lalu juga pernah terjadi kebocoran, meskipun penyebabnya berbeda. “Dulunya, terjadi kebocoran pipa gas karena adanya penggalian dengan beko untuk pembuatan parit desa. Sedangkan kali ini, terjadi karena adanya pembakaran sampah di atas jaringan pipa gas,” ungkap dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, pipa gas rumah tangga yang tertanam di dalam tanah kawasan Dusun Barat, Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu (21/2) sekitar pukul 09.00 WIB, bocor dan menyebabkan timbulnya percikan api. Imbas dari kebocoran tersebut, suplai gas ke rumah warga pun sempat terhenti beberapa jam. Kebocoran pipa ini terjadi setelah adanya pembakaran sampah di lokasi tersebut.
Pada bagian lain, Manajer Humas PT Perta Gas Niaga, Ratna Dumila mengharapkan, warga dapat belajar dari pengalaman terjadinya kebocoran pipa gas rumah tangga di Lhokseumawe. Menurutnya, dari kedua kejadian tersebut, ulas dia, sudah seharusnya masyarakat yang tinggal di kawasan jaringan pipa gas rumah tangga agar lebih peduli terhadap lingkungan sendiri.
“Bila ingin melakukan penggalian atau aktivitas lainnya yang berpotensi merusak jaringan gas rumah tangga, lebih bagus dihindari. Bila pun tetap harus dilakukan untuk kepentingan umum, maka harus sangat hati-hati dan wajib dikoordinasikan dulu dengan petugas jaringan pipa gas kami,” tukasnya.(bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/desa-blang-panyang-kecamatan-muara-satu_20160104_090105.jpg)