Selasa, 5 Mei 2026

Baghdad, 'Negeri 1001 Malam' yang Pernah Jadi Kota dengan Desain Terbaik di Masa Lalu

Apalagi ahli geografi dan sejarawan Arab abad ke sembilan, Yaqubi, menulis Baghdad sebagai City of Peace, pusat dunia, ibukota Dar al-Islam

Tayang:
Editor: Fatimah
Kehancuran kota Baghdad 

SERAMBINEWS.COM - Kota Baghdad, Irak, telah lama dikenal sebagai ‘Negeri 1001 Malam’. 

Kota ini menyimpan banyak budaya, melahirkan jutaan pemikiran, dan disebut kota paling beradab di dunia. 

Bahkan fondasi kota ini pada 1.250 tahun yang lalu merupakan tonggak sejarah yang hebat dalam sejarah desain kota. 

Baca: Tanpa Teknologi Moderen, 5 Suku di Indonesia Ini Bertahan dengan Menjunjung Tinggi Kebudayaan

Baghdad sudah tua tapi tidak kuno. Kota ini didirikan pada tahun 762 oleh khalifah Abbasiyah al-Mansur.\

Awalnya, Mansur diberitahu tentang sebuah kota dengan iklim yang menguntungkan oleh sebuah komunitas pendeta Nestorian. 

Kota itu dekat dengan sungai Tigris dan sungai Efrat yang memberi potensi untuk menjadi "persimpangan jalan raya". 

Apalagi ahli geografi dan sejarawan Arab abad ke sembilan, Yaqubi, menulis Baghdad sebagai City of Peace, pusat dunia, ibukota Dar al-Islam yang terdepan, tempat bagi ilmuwan perintis, astronom, penyair, matematikawan, pemusik, sejarawan, ahli hukum, dan filsuf. 

Baca: Hutang Nasi Tertunggak Rp 60 Juta Selama 2 Tahun, Pemilik Warung Gembok Pintu Kantor Satpol PP Pijay

Itulah alasan yang membuat Mansur setuju mendirikan peradaban di kota ini. 

Untuk itu, dia mulai mendesain kota. Di bawah pengawasan ketat, dia menyuruh para pekerja menggambar rencana kotanya di tanah dengan garis-garis.

Pada 30 Juli 762, setelah para peramal kerajaan mengumumkan tanggal yang paling menguntungkan untuk memulai pekerjaan, Mansur meletakkan batu bata pertama secara seremonial dan memerintahkan para pekerja berkumpul untuk melakukan persiapan. 

Skala proyek kota besar ini adalah salah satu aspek paling khas dari kisah kota Bagdad. Sebab, desain kota ini melingkar dan sangat inovatif. 

Baca: Ditanya Bela Ahok atau Habib Rizieq, Begini Jawaban Mahfud MD hingga Tanggapan Soal MCA

Untuk setiap batas, menurut ilmuwan abad ke-11, Al Khatib al Bagdadi, mereka membutuhkan 162 ribu batu bata untuk sepertiga dinding yang pertama, lalu 150 ribu untuk sepertiga dinding kedua, dan 140 ribu untuk bagian terakhir. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved