Tidak Tahan Banjir Luapan, Warga Minta BPBD Pidie Lanjutkan Normalisasi Sungai
"Kami tidak tahan dengan banjir yang sering merendam desa kami, meski hujan turun sebentar,"
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Yusmadi
Laporan Muhammad Nazar | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Warga Desa Kupula Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie tidak tahan banjir luapan Sungai Selasak yang sering menerjang gampong tersebut.
Banjir luapan terjadi akibat Sungai Selasak belum dilakukan normalisasi secara menyeluruh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie baru melakukan normalisasi sungai itu sepanjang empat kilometer.
"Kami tidak tahan dengan banjir yang sering merendam desa kami, meski hujan turun sebentar," kata M Jalil Umar warga Kupula Tanjong kepada Serambinews.com, Rabu (7/3/2018).
Baca: Babinsa Kluet Timur Terjun ke Desa yang Dikepung Banjir
Menurutnya, salah satu faktor penyebab banjir luapan akibat air tidak lancar mengalir di Sungai Selasak.
BPBD Pidie menggunakan dana APBN telah membersihkan sungai pada awal Februari 2018, dengan mengerahkan satu beko.
Tapi, proyek normalisasi Sungai Selasak telah dihentikan, BPBD Pidie dengan alasan anggaran tidak cukup.
Baca: Istri Ustaz Riza Muhammad Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Banjir Doa dari Warganet
"Saya rasa itu alasan klasik, Pemkab seharusnya mengerjakan pembersihan sungai tersebut sampai tuntas. Artinya tidak setengah-tengah," tukas M Jalil.
Kepala BPBD Pidie, Apriadi SSos yang dihubungi Serambinews.com, Rabu (7/3/2018), menjelaskan, normalisasi sungai di Desa Kupula Tanjong bukan dihentikan.
Akan tetapi, kegiatan itu dilakukan sesuai dengan anggaran yang disediakan BNPB Pusat Rp 54 juta.
Dengan dana tersebut, lanjutnya, BPBD Pidie telah melakukan normalisasi sungai sepanjang empat kilometer memakai jasa beko. (*)