Bagaimana Kelanjutan Pembangunan Pabrik Semen Laweung, Ini Penjelasan Abusyik

Sehingga kedua perusahaan inilah harus memperjelas kelanjutan pembangunan pabrik semen

Bagaimana Kelanjutan Pembangunan Pabrik Semen Laweung, Ini Penjelasan Abusyik
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Massa dari Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Pidie, Sabtu (16/4/2016) mendatangi lokasi pembangunan pabrik semen di Buket Talek Dasanah di perbatasan Kecamatan Batee dan Muara Tiga. Kedatangan massa tersebut untuk menuntut ganti rugi tanah yang belum dibayar. 

Laporan Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sejak berhenti pembangunan pabrik semen perbatasan di Laweung, Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Pidie pada September 2017 lalu, sampai kini masih belum jelas kapan dilanjutkan kembali.

Malah ditengarai ini masalah internal dua perusahaan.

"Kami tidak tahu kapan dilanjutkan kembali pembangunan pabrik semen ini," kata Bupati Pidie, Roni Ahmad kepada Serambinews.com usai membuka Rakerkes di Hotel Safira, Selasa (10/4/2018).

Baca: Tindaklanjuti Hasil Kunjugan ke Pabrik Semen Laweueng, Haji Uma Temui Direksi PT SCA‬, Ini Hasilnya

Menurut Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik mengatakan, PT Samana Citra Agung dan PT Semen Indonesia Aceh telah terjadi beda pendapat.

"Eksesnya merebak seolah-olah masyarakat tidak merestui," sebut Abusyik.

Sehingga kedua perusahaan inilah harus memperjelas kelanjutan pembangunan pabrik semen.

Baca: Pabrik Semen Dilanjutkan Jika Masalah Lahan Tuntas

Malah PT SIA, PT SCA dan pemkab Pidie telah pernah duduk rapat beberapa kali tapi belum membuahkan hasil kepastian kapan dilanjutkan.

Sebetulnya, Pemkab Pidie sangat mendukung keberadaan pabrik semen karena bermanfaat salah satu menampung tenaga kerja. Ditambah lagi ada kompensasi diperoleh masyarakat sekitar.(*)

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved