Pemkab Aceh Tenggara Gencarkan Pemberantasan Buta Aksara Alquran
camat agar melakukan koordinasi dengan para imam masjid Kecamatan dan menerima guru masing-masing di kecamatan
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Zaenal
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menggencarkan program untuk memberantas buta aksara Alquran di kalangan masyarakat muslim di daerah itu.
Hal ini dilakukan dengan cara mengirim puluhan imam dan guru Alquran ke pelosok desa di Aceh Tenggara.
Pemberangkatan para imam masjid jami’ kecamatan, guru pemberantasan buta aksara Alquran, serta guru pengembangan tilawatil quran dan guru hafidz quran, itu dilakukan oleh Sekda Aceh Tenggara, Mhd Ridwan SE MSI, di Opprom Setdakab, Selasa (10/4/2018).
(Baca: VIDEO - Misteri Madat di Aceh Barat Daya, dari Warga Hilang Hingga Seakan Tak Sampai di Tujuan)
Dalam sambutannya, Mhd Ridwan mengatakan, camat agar melakukan koordinasi dengan para imam masjid Kecamatan dan menerima guru masing-masing di kecamatan.
Ini agar mereka dapat bekerja disiplin sehingga sasaran kita dalam pemberantasan buta aksara Alquran tercapai.
Sekda berharap agar guru-guru tersebut dimanfaatkan dan dapat menjadi filter di masa yang akan datang dalam mensyiarkan Islam di bumi Sepakat Segenap.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara, Drs Hamidin, mengatakan, imam masjid jami sebanyak 16 orang merupakan hafiz 30 juz, guru pemberantasan Alquran 16 orang, serta guru pengembangan Alquran.
“Targetnya adalah memberantas buta aksara Alquran, dan kita wajibkan kepada seluruh camat agar mendata masyarakat yang tidak mampu membaca Alquran,” kata Hamidin.
(Baca: Oknum Anggota DPRK Aceh Tenggara Dari PDIP Ditangkap Polisi Saat Penggerebekan Sabung Ayam)
Ia menyebutkan, guru pengembangan Alquran tujuannya berfungsi menjaring yang mampu membaca dan menghafal Alquran untuk mengikut kegiatan MTQ.
Pihaknya berharap para ustaz/ustazah dapat bekerja semaksimal mungkin dan disiplin.
Kegiatan pelepasan para imam dan guru Alquran ini dihadiri oleh para camat, Asisten II Jaharuddin, Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Tgk Jamaluddin.(*)