Rateb Siribee Menggema di Darussalam

Jamaah dalam jumlah besar dari Banda Aceh, Aceh Besar, bahkan dari luar Aceh berkumpul dan memadati

Rateb Siribee Menggema di Darussalam
Ribuan warga mengikuti acara zikir akbar pengkajian tauhid tasawuf dan rateb siribee di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Senin (23/4) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Jamaah dalam jumlah besar dari Banda Aceh, Aceh Besar, bahkan dari luar Aceh berkumpul dan memadati Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh Senin (23/4) malam. Warga hadir untuk mengikuti Kajian Tauhid Tasawuf dan Rateb Ssiribee yang digelar oleh Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) bekerja sama dengan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, serta sejumlah pihak lainnya.

Pantauan Serambi, warga mulai hadir ke lokasi berlangsungnya mejelis sekira pukul 20.00 WIB. Sisi utara lapangan mahasiswa di Darussalam tersebut tampak penuh dan seketika menjadi lautan jamaah dengan ciri khas rateb siribee, yakni jamaah mengenakan pakaian serbaputih. Para jamaah duduk dengan teratur di bawah tenda yang disediakan panitia, jamaah laki-laki duduk di sebelah kiri panggung sedangkan jamaah perempuan duduk di sebelah kanan panggung.

Ribuan jamaah melantunkan zikir sekira pukul 23.30 WIB yang dipimpin oleh ulama karismatik Aceh yang juga penggagas majelis rateb siribee dan Pimpinan MPTT Asia Tenggara, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi beserta para guru lainnya.

Rateb siribe menggema di Darussalam. Jamaah yang datang dari berbagai daerah tampak larut dan khusyuk dalam lantuan zikir secara bersama-sama. Sebelum rateb siribee dimulai, diisi dengan tausiah yang disampaikan Ketua Umum MPTT Pusat, Abi Sahal Tastari Waly dan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA.

Pantauan Serambi, jamaah terlihat cukup antusias mengikuti majelis rateb siribee dan tausiah, bahkan jamaah bertahan hingga majelis zikir tersebut selesai.

Hingga berita ini diturunkan sekira pukul 23.30 WIB tadi malam, jamaah masih memadati Lapangan Tugu untuk mengikuti majelis rateb siribee tersebut.

Selain mengikuti zikir, jamaah juga antusias mendengarkan tausiah agama, termasuk tausiah puncak dan penjelasan atau jawaban dari Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi terhadap pertanyaan yang disampaikan sejumlah penanya dalam kesempatan tersebut.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, termasuk penceramah yang paling ditunggu jamaah tadi malam, setidaknya saat dirinya naik ke podium para jamaah tampak heboh. Sepanjang tausiahnya yang mengupas soal zikir, makrifat, dan kesufian dalam Islam, jamaah terlihat antusias, ciri khasnya dengan suara lantang dan kadang-kadant berkelakar membuat jamaah larut dalam tausiahnya.

Farid dalam kesempatan itu menyampaikan, zikir adalah sesuatu yang dianjurkan untuk terus diucap oleh seorang manusia, karena menurut Farid dengan zikirlah seorang hamba akan memperolah kebaikan-kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Farid mengatakan, seorang manusia memiliki dua sifat, pertama sifat lahud (ketuhanan) dan sifat nasut (kemanusiaan). “Lahud ini sifatnya Tuhan, sebagian sifat Tuhan yang ada pada diri manusia, yaitu pemaaf, penyayang, penolong, dan sifat baik lainnya. Sedangkan sifat nasut adalah sifat manusia, yaitu dengki, tamak, loba, ku’eh dalam bahasa Aceh, itulah sifat kita (manusia),” katanya.

Untuk sifat lahud, kata Farid, tak ada masalah, karena memang sifat Tuhan yang baik yang ada pada diri manusia. Sifat yang bermasalah adalah, sifat nasud yang lumrah dimiliki oleh seorang manusia. “Nah, untuk membuang unsur sifat nasud seperti dengki, tamak, dan lain-lainnya itu adalah dengan cara berzikir, zikir, zikir, zikir, sebut nama Allah, Allah, Allah, Allah. Zikir inilah yang dapat mengubah sifat-sifat kita yang tidak baik itu, jadi obatnya adalah zikir,” jelas Prof Farid.

Pada kesempatan yang sama, Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi selaku penggagas majelis rateb siribee mengatakan, ia merasa bahagia atas terselenggaranya majelis rateb siribee di Lapangan Tugu Darussalam tadi malam.

Menurut Abuya, rencana majelis rateb siribee di lingkungan kampus sudah direncanakan sejak awal. “Memang sudah kita rencanakan dari awal, tapi baru malam ini terselenggara, alhamdulilah saya merasa senang dan bahagia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Abuya juga menyebutkan, majelis zikir rateb siribee sudah dilakukan Majelis Pengkajian Tauhid-Tasawuf Indonesia (MPTT-I) di berbagai pelosok, termasuk di luar Aceh. Abuya mengajak semua jamaah yang hadir untuk terus berzikir baik secara lisan maupun dengan hati. “Selalu berzikir, agar kita dekat dan bermakrifat dengan Allah Swt. Insya Allah dengan zikir, Allah memudahkan kita untuk menggapai hajat dunia dan akhirat,” pungkas Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi.

Hadir dalam majelis rateb siribee tadi malam sejumlah pejabat, seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Ketua DPRK Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, perwakilan Unsyiah, dan beberapa orang lainnya. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved