Kilang Padi Modern di Pidie tak Beroperasi Delapan Tahun, Ini Permintaan Pemkab

Pemkab Pidie pada awal Januari 2018 lalu sudah menyurati Pemprov untuk ketiga kalinya memohon hibah milik aset Pemprov Aceh tersebut.

Kilang Padi Modern di Pidie tak Beroperasi Delapan Tahun, Ini Permintaan Pemkab
Salah satu kilang padi di Pidie 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sudah delapan tahun kilang padi modern di Gampong Jeumpa, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, tak beroperasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berharap Pemerintah Provinsi Aceh segera mengoperasionalkan kilang padi tersebut.

"Pemkab Pidie berharap Pemerintah Aceh dapat sesegera mungkin mempercepat pengoperasian kilang padi tersebut agar hasil pertanian di Pidie terutama padi dapat melahirkan beras lebih berkualitas super," kata Asisten II Setdakab Pidie, Drs H Maddan Marhaban MSi kepada Serambinews.com, Kamis (26/4/2018).

(Baca: Sumur Minyak Ranto Peureulak Meledak, Anggota DPRA: Warga Harus Dibekali SOP Eksploitasi Minyak)

(Baca: Tragedi Sumur Minyak Ranto Peureulak, ESDM Ingatkan Ancaman Gas Beracun Muncul Setelah Api Padam)

(Baca: Api di Sumur Minyak Ranto Peureulak Sudah Padam, Tapi Minyak Masih Menyembur Tinggi)

Menurut Asisten II bagian perekonomian Pemkab Pidie itu, pihaknya sudah beberapa kali menyurati Gubernur Aceh, sejak masih dijabat dr Zaini Abdullah. Dan terakhir pada 2017.

Namun sampai kini kilang padi tersebut belum juga dioperasikan sesuai harapan masyarakat Pidie.

Pemkab Pidie pada awal Januari 2018 lalu sudah menyurati Pemprov untuk ketiga kalinya memohon hibah milik aset Pemprov Aceh tersebut.

Sebab, sejauh ini Pemkab memiliki wewenang dalam penyediaan tanah 4 Ha sebagai tapak pembangunan kilang padi modren serta perkantorannya. Hanya saja pihak Pemprov menyediakan fasilitas mesin penggilingan saja.

Dengan kapasitas giling padi setiap hari 50 ton maka dengan sendirinya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat terutama dalam memproduksi beras berkelas ramos.

Maddan menambahkan, dasar permintaan ini adalah selain dapat dioperasikan oleh daerah juga dapat mengantisipasi hasil panen padi di Pidie didrop oleh pedagang Medan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya dipasok keluar daerah.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved