Rabu, 13 Mei 2026

Petaka Menit Akhir.

Target Aceh United Football Club (AUFC) untuk meraih poin penuh dalam lanjutan Liga 2 Indonesia Musim 2018

Tayang:
Editor: bakri
PEMAIN Aceh United (orange) berebut bola dengan pemain PSIR Rembang dalam lanjutan Liga 2 Indonesia Musim 2018 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (9/5) malam. Pertandingan itu berakhir imbang 2-2. 

* Aceh United 2 vs 2 PSIR Rembang

BANDA ACEH - Target Aceh United Football Club (AUFC) untuk meraih poin penuh dalam lanjutan Liga 2 Indonesia Musim 2018 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (9/4) malam, akhirnya gagal. Adalah gol pemain pengganti PSIR Rembang, Rudi ‘Bogel’ Setiawan, pada masa injury time atau tepatnya menit 88 yang memaksa Laskar Iskandar Muda--julukan Aceh United--mengakhiri laga kedua di kandangnya dengan hasil imbang 2-2.

Tak hanya mengecewakan pemain cadangan, tim pelatih, dan manajemen tim, serta ribuan penonton yang hadir ke Stadion Harapan Bangsa, tambahan satu poin tersebut hanya mampu menaikkan posisi anak asuh Simon Elissetche empat strip dari urutan 11 ke peringat 7 dalam klasemen sementara wilayah barat. Padahal, jika petaka menit akhir itu tak terjadi atau dengan kata lain Aceh United bisa mengakhiri duel pekan keempat itu dengan kemenangan 2-1, akan langsung menempatkan Syakir Sulaiman dkk pada posisi tiga klasemen sementara.

Tak hanya itu, kegagalan mempertahankan kemenangan dalam pertandingan home terakhir sebelum jeda kompetisi menyambut Ramadhan tersebut akan menjadi beban berat bagi Arianto, Hendra Sandi Gunawan, dan Ferry Komul cs untuk melakoni laga tandang ketiga menghadapi Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Minggu (13/5) mendatang.

Saat duel yang dipimpin wasit Rihul Munandar dari Sumatera Barat baru berjalan dua menit, tuan rumah sudah ketinggalan 0-1 melalui sepakan pemain depan PSIR, Sholihul Islam. Kebobolan melalui gol cepat itu membuat punggawa Aceh United tersentak.

Karena itu, talenta tuan rumah seperti Syahrizal, Zikri Akbar, Syakir Sulaiman, Hendra Sandi Gunawan, Ferry Komul, Arianto, dkk bahu membahu menyusun serangan untuk menyamakan kedudukan. Tapi, usaha mereka mendapat hadangan dari kubu PSIR yang mengusung Said Mardjan, Zaenal Arifin, Koko Hartanto, Heru Wibowo, dan Rudi ‘Bogel’ Setiawan. Akibatnya, gol balasan yang dinanti Assanur Rijal, Musal Zulfikar dkk tak kunjung tercipta.

Malah, pada pertengahan babak pertama gawang Aceh United yang dikawal Rully Desrian bergetar lagi. Tapi, gol Laskar Dampo Awang--julukan PSIR Rembang--dianulir sang pengadil karena salah seorang pemain mereka terlebih dulu berada dalam posisi offside. Hasilnya, kedudukan masih tetap 1-0 untuk Rembang.

Beberapa menit kemudian terjadi kemelut di depan gawang PSIR. Bola liar yang lepas dari kawalan pemain bawah tim tamu berhasil dituntaskan menjadi gol oleh Arianto. Saat skor 1-1, anak-anak Aceh United makin bersemangat menusuk ke pertahanan lawan. Hasilnya, lima menit menjelang turun minum sepakan keras Arianto kembali memaksa kiper PSIR, Nanang Hermawan memungut bola dari sarangnya. Skor 2-1 untuk tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Selepas jeda, Aceh United memasukkan berapa pemain pengganti seperti Hasan Basri Lohy, Yongky Aribowo, dan Akhirul Wadhan. Demikian juga dengan PSIR, mereka memainkan sejumlah materi cadangannya termasuk Rudi ‘Bogel’ Setiawan yang menggantikan posisi Koko Hartanto di barisan depan.

Tapi, tambahan ‘amunisi’ itu tak memberi perubahan yang signifikan terhadap serangan kedua tim. Malah, intensitas serangan mulai menurun seiring terkurasnya stamina mereka. Ditambah lagi dengan lemahnya penyelesaian akhir membuat sejumlah serangan kandas.

Pada menit 88, petaka menimpa tuan rumah. Pasalnya, gawang mereka bobol lagi setelah tendangan melambung pemain pengganti PSIR, Rudi Setiawan, meluncur mulus ke jaring Aceh United. Skor pun menjadi menjadi 2-2. Sebagai catatan, Rudi yang merupakan alumni Villa 2000 dan mantan pemain Persija Jakarta hanya butuh waktu 19 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti untuk mencetak gol.

Bahkan, Rudi saat itu nyaris tanpa pengawalan dari pemain bawah Aceh United. Sehingga, ia dengan mudah merobek jala tuan rumah. Dalam sisa waktu normal dan add time selama empat menit, tuan rumah berusaha menekan pertahanan lawan. Beberapa peluang didapat Syakir Sulaiman dkk. Tapi, lagi-lagi serangan Aceh United tak ada yang mampu menghasilkan gol tambahan. Sehingga pertandingan itu berkesudahan dengan skor imbang 2-2.

Poin pertama di kandang lawan itu pun disambut suka cita oleh pemain cadangan, pelatih, dan ofisial PSIR. Sebaliknya, kubu tuan rumah kecewa dengan hasil tersebut. Presiden Klub Aceh United, H Muhammad Zaini Yusuf ST, yang ikut menyaksikan pertandingan sepertinya juga tak puas dengan hasil imbang yang didapat timnya.

Pelatih Kepala Aceh United Football Club (AUFC), Simon Elissetche, mengaku kecewa dengan hasil imbang yang diraih timnya saat melawan PSIR Rembang. Ia juga menyesalkan banyak peluang yang tidak mampu diselesaikan anak asuhnya menjadi gol. “Tentu kami kecewa dengan hasil ini, tapi di pertandingan tadi (Rabu malam-red) kami berusaha keras,” ujar juru taktik asal Chile ini.

Meski sudah unggul di babak pertama, menurut Simon, ia terus menintruksikan pemainnya untuk mencetak gol tambahan. Sebab, lanjut mantan pelatih Timnas Timor Leste ini, 2-1 bukanlah skor yang aman. Banyaknya peluang yang tak mampu menjadi, Simon mengaku sangat frustasi dan kecewa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved