Kamis, 23 April 2026

Usai Minta Maaf, Kapolres Karawang Dicopot dan Dipindah ke Mabes Polri, Ini Posisi AKBP Hendy

Hanya saja, Truno membantah pencopotan Hendy dari Kapolres Karawang berkaitan denga video yang viral tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Tribunnews
AKBP Hendy F Kurniawan 

SERAMBINEWS.COM - AKBP Hendy F Kurniawan akhirnya dilepas dari jabatannya sebagai Kapolres Karawang.

Hal itu, menyusul telegram dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 9 Mei 2018.

Ia dialih tugaskan sebagai pamen Bareskrim Mabes Polri, diarahkan pada Dittipideksus.

Kapolres Karawang kini dijabat AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya menjabat Kasubbagreners Bagren Rojianstra SSDM Polri.

Pencopotan itu setelah belum lama ini beredar video Hendy tengah mengamankan unjuk rasa di sebuah kawasan industri di Karawang.

Dalam video itu, Hendy menyinggung marinir, kopassus dan Panglima TNI.

Baca: Ini Sosok Penusuk Bripka Marhum Prencje yang Ditembak Mati, Ternyata Seorang Mahasiswa

Baca: Kunker ke Kodim Nagan Raya, Danrem Harapkan Prajurit Mampu Ukir Prestasi

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan soal kepindahan Hendy tersebut "Iya, benar," katanya.

Hanya saja, Truno membantah pencopotan Hendy dari Kapolres Karawang berkaitan denga video yang viral tersebut.

"Tidak ada kaitanya, ini dinamika di tubuh Polri, jabatan itu kan amanah, bisa datang bisa pergi," katanya.

Dalam video yang menyebar itu, Hendy tampak berbicara menggunakan pengeras suara.

Video itu saat terjadi unjuk rasa.

Baca: Tiba di Unsyiah, Surya Paloh Disambut Rektor Unsyiah dan Mahasiswa

Baca: Aksi Bela Baitul Maqdis 115 - Wiro Sableng Ikut Ramaikan Aksi, Ini Hal-hal Menarik dari Monas

"Yang anggota marinir tunggu dulu, yang anggota umum kesini, kalau perlu saya panggil panglima kesini."

"Tidak boleh ada gaya-gaya preman disini."

"Saya Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan di sini, catat, saya bertanggung jawab, kalau ada yang tidak terima, silahkan berhadapan dengan saya, saya yang bertanggung jawab disini sebagai Kapolres Karawang, tidak boleh ada gaya-gaya preman, kalau ingin pekerjaan pengelolaan limbah, silahkan dengan cara-cara yang benar, tidak boleh pakai gaya-gaya preman, paham ya."

"Kekuatan apapun tidak boleh ada, silahkan fair, ikuti seleksi karena perusahaan ada standar pemenang limbah‎, tidak asal."

"Silahkan kalau coba gaya-gaya preman di Karawang, saya pertaruhkan jabatan saya untuk melindungi kepentingan umum."

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved