Jadwal Tanam Padi Gadu Molor di Tiga Kecamatan, Ini Ultimatum Kadistan Pidie Jaya

Seharusnya selesai tanam atau top blang awal Mei 2018, tapi hingga saat ini masih ada yang belum menabur benih.

Jadwal Tanam Padi Gadu Molor di Tiga Kecamatan, Ini Ultimatum Kadistan Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Tanaman padi 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Tiga dari delapan kecamatan di Pidie Jaya sangat lamban dalam  bertani khususnya penanaman padi gadu tahun ini.

Seharusnya selesai tanam atau top blang awal Mei 2018, tapi hingga saat ini masih ada yang belum menabur benih.

Ketiga kecamatan dimaksud adalah, Meureudu, Meurahdua, dan Ulim.

Padahal, tiga kecamatan dimaksud air tersedia cukup sepanjang waktu.

Tapi kini sebaliknya yang terjadi, malah kecamatan ini sangat lamban bertani.

Fenomena seperti itu berakibat buruk pada musim tanam rendengan (MTG) 2018/209 yang seharusnya mulai berlangsung pada September tahun yang sama.

Tapi akibat keterlambatan musim gadu, diperkirakan mereka akan panen pada pertengahan November 2018.

Baca: Dewan Minta Pemkab Pidie Beri Kompensasi Petani yang Alami Padi Puso

"Itu artinya, petani kembali menggarap lahan pada Desember 2019," katanya.

Jika ini terjadi bisa tanaman padi akan dihantui oleh hama dan penyakit terutama tikus akibat makanan tersedia secara terus menerus.

Untuk mencegah berbagai hal yang mungkin terjadi, Kamis (21/6/2018) Kadis Pertanian dan Pangan (Kadistanpang) setempat, drh Muzakkir Muhammad memanggil ketiga camat, kejruen syhik (keujruen kecamatan), tokoh tani serta penyuluh pertanian setempat membahas upaya percepatan.

Pertemuan yang berlangsung di aula Distanpang dan dipimpin drh Muzakkir Muhammad, Kadistanpang setempat menyimpulkan, pengolahan tanah dilakukan tanggal 25 Juni 2018, batas akhir tabur benih tanggal 30 Juni 2018 dan top blang (selesai tanam), tanggal 20 Juli 2018.

Jika merujuk kepada jadwal yang telah disepakati sebelumnya, top blang pada 30 Mei 2018 dan lima kecamatan tergolong patuh.

Sementara tiga kecamatan tersebut diatas, setidaknya 500 hektare belum menabur benih.

Pun, begitu jika jadwal yang telah diultimatum itupun terlaksana, Pidie Jaya tetap molor hampir dua bulan. (*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved