Sejarah Pembantaian Nanking: 'Neraka' Sementara Buatan Tentara Jepang di China
Kota yang biasanya mampu menampung 250.000 orang itu populasinya semakin membludak hingga lebih dari 1 juta orang pada pertengahan 1930-an.
SERAMBINEWS.COM - Pembantaian Nanking adalah kebrutalan dan kekejaman yang dilakukan oleh militer Jepang di China.
Namun selama ini, kasus ini ditutup-tutupi oleh pihak Jepang hingga akhirnya dilupakan dunia.
Padahal dilansir dari learning-history.com, kejahatan ini terjadi sebelum dan selama Perang Dunia II. Sekitar dari awal 1930-an hingga 1945.
Kisah dimulai sejak tahun 1928, di mana Pemerintah Nasionalis Chinamemindahkan ibukota China dari Peking ke Nanking.
Baca: 4 Orang Tewas akibat Gempa di Osaka Jepang dan Melukai Lebih dari 380 Orang
Kota yang biasanya mampu menampung 250.000 orang itu populasinya semakin membludak hingga lebih dari 1 juta orang pada pertengahan 1930-an.
Hal ini karena banyaknya pengungsi yang melarikan diri dari tentara Jepang yang telah menyerbu China sejak 1931.
Pada 11 November 1937, setelah mengamankan kendali Shanghai, tentara Jepang maju ke arah Nanking dari berbagai arah.
Dengan segera mereka melancarkan serangan besar-besaran hingga membuat pasukan China mundur ke sisi lain Sungai Yangtze.
Pada 13 Desember, Divisi ke-6 dan ke-116 Angkatan Darat Jepang pertama kalinya mulai memasuki kota.
Pada saat yang sama, Divisi ke-9 memasuki Gerbang Guanghua, dan Divisi ke-16 memasuki Gerbang Zhongshan serta Gerbang Pasifik.
Nanking jatuh ke tangan Jepang pada Desember 1937 dan dalam enam minggu ke depan, Jepang melakukan Pembantaian Nanking.
Pada aksi keji ini, sekitar 300.000 serdadu dan warga sipil China tewas, dan 20.000 wanita diperkosa.
Tragedi di Sungai Yangtze
Pada 13 Desember, sejumlah besar pengungsi mencoba melarikan diri dari Jepang dengan mencoba menyeberangi Sungai Yangtze.
Namun karena terjebak dan tidak adanya transportasi, pasukan Jepang menembaki orang-orang di sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembantaian-nanking_20180626_150009.jpg)