‘Escape Building’ Jadi Pusat Komunikasi

Tiga gedung escape building yang dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh pasca dibangun oleh Pemerintah Jepang

‘Escape Building’ Jadi Pusat Komunikasi
Gedung Escape Building di Gampong Deah Glumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. SERAMBI/MISRAN ASRI 

BANDA ACEH - Tiga gedung escape building yang dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh pasca dibangun oleh Pemerintah Jepang 2006 silam, akan difungsikan sebagai pusat komunitas (community center), di samping gedung tersebut tetap difungsikan sebagai tempat evakuasi saat bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Fadhil SSos MM, mengatakan ketiga escape building di Kecamatan Meuraxa, masing-masing berada di Gampong Lambung, Deah Glumpang dan Gampong Alue Deah Tengoh. “Ketiga gedung ini sudah berumur 12 tahun dan selama itu pula fungsi utamanya sebagai tempat evakuasi saat terjadi bencana. Tapi, gedung itu belum pernah terpakai, karena sejauh ini Allah masih menjauhkan kita dari bencana,” sebut Fadhil.

Mengingat selama 12 tahun ketiga escape building itu tidak dimanfaatkan, sehingga kesannya menjadi kusam, kurang terawat, dan tidak ada aturan tentang kewenangan pengelolaannya.

Hal itulah, akhirnya yang mendasari BPBD untuk memanfaatkan escape building itu sebagai pusat komunikasi masyarakat yang akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna dan sedikit banyak akan mendongkrat perekonomian masyarakat Kota Banda Aceh.

“Tanpa menghilangkan fungsi sebagai tempat evakuasi yang harus tetap terpelihara, kami berinisiatif menjadi escape building ini lebih bermanfaat dan berdampak kepada masyarakat dengan tetap mengacu pada peraturan wali kota tentang kewenangan pemamfaatan gedung escape building,” ujar Fadhil.

Tindak lanjut dari pemanfaatan escape building, yang akan dilaksanakan Kamis (28/6) besok, tahap pertama BPBD akan melauncing ‘Tsunami Escape Building Community Center untuk Model pertama di Desa Alue Deah Teungoh. “Launching gedung escape building untuk model pertama ini bekerja sama dengan beberapa stakeholders mulai perbankan, dunia ssaha, serta beberspa SKPD dan LSM serta NGO dan BUMN serta BUMD,” sebutnya.

Direncankan dari pemanfaatan escape building itu, menjadi sarana pusat kegiatan masyarakat, meliputi sebagai sarana tempat pesta dan musyawarah masyarakat. Lalu tempat pelatihan dan pendidikan kebencanaan serta tempat edukasi bagi anak sekolah. “Di samping itu bisa dimanaaftkan sebagai tempat sarana bermain anak-anak, tempat pertemuan dan kajian, dan sarana berolah raga dan tujuan wisata. Kita juga merencanakan juga sebagai tempat sarana pasar rakyat dan masih banyak hal yang dapat dimanfaatkan,” pungkas Fadhil.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved