Kamis, 9 April 2026

Cara Para Penyelam Mengeluarkan 12 Anak yang Terjebak di Gua Thang Luam Thailand

Sekitar satu kilometer perjalanan ditempuh sambil menyelam sehingga mereka harus mengenakan masker selam full face.

Editor: Fatimah
Business Insider
Evakuasi anak-anak yang terjebak di dalam gua Thailand 

SERAMBINEWS.COM - Delapan dari 12 anak yang terjebak di gua Thang Luam berhasil diselamatkan dan dalam kondisi kesehatan yang baik, pada Minggu (8/7/2018) kemarin.

Dan pada hari ini, mereka mengeluarkan empat anak lainnya dan seorang pelatih mereka.

Untuk bisa keluar dari gua, anak-anak tersebut harus menjelajahi gua sepanjang empat kilometer dengan bantuan tangki oksigen yang ditambatkan di badan penyelam.

Sekitar satu kilometer perjalanan ditempuh sambil menyelam sehingga mereka harus mengenakan masker selam full face.

Baca: Dubes AS Tanya Soal Peristiwa Hukum di Aceh, Kata Wali Nanggroe Hormati Proses Hukum

Sebuah laporan menyatakan bahwa para anggota tim sepak bola itu sama sekali tidak bisa berenang.

Pelajaran berenang jarang diterapkan di Thailand, itulah sebabnya banyak kasus tenggelam pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun.

Selama beberapa hari, anak-anak yang terjebak, diberikan pelajaran berenang dan menyelam sebelum memulai perjalanan keluar dari gua.

Sebelumnya, para ahli dihadapkan pada dua pilihan untuk menyelamatkan 12 anak-anak dan pelatih sepak bola yang terjebak ini.

Yakni, apakah bertahan di dalam gua sampai musim hujan berakhir atau menyelam.

Menyelam dianggap berbahaya karena kondisi gua yang sulit untuk dijelajahi.

Bahkan para penyelam profesional pun mengakui hal tersebut. Sebab mereka saja membutuhkan waktu total 11 jam untuk masuk dan keluar dari gua.

Cara ini sulit dilakukan karena selain tidak memiliki pengalaman menyelam, anak-anak tersebut juga belum makan selama dua minggu.

Ini membuat kondisi fisik mereka tidak cukup kuat untuk menyelam.

Baca: Atap Rumah Warga Seutui Diterbangkan Angin

Pilihan satu-satunya pada saat itu adalah bertahan di dalam gua – dengan prioritas mengirimkan makanan, minuman, obat-obatan dan tangki oksigen untuk para korban.

Namun, Jumat lalu, pemerintah setempat memperingatkan bahwa kadar oksigen di gua telah turun dari 21% menjadi 15%.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved