PKA 7

Suara dari Negeri Seribu Bukit

Kita bertemu di sana, ya. Saya sedang ada kegiatan di kota itu,” kata Bupati Gayo Lues HM. Amru, tentang janji wawancara

Editor: bakri

“Kita bertemu di sana, ya. Saya sedang ada kegiatan di kota itu,” kata Bupati Gayo Lues HM. Amru, tentang janji wawancara dengan saya, Fikar W.Eda. Surat kabar Serambi Indonesia, tempat saya bekerja, merancang sebuah liputan pra PKA (Pekan Kebudayaan Aceh). Salah satu yang dituliskan itu adalah Gayo Lues. Saya tiba di kota tempat kami janji bertemu setelah melalui perjalanan tujuh jam. Berikut petikan percakapan kami; suara dari negeri seribu bukit, julukan bagi GayoLues.

Apa yang menyebabkan, Anda begitu perhatian terhadap PKA 7 ini?
Ini momentum untuk mempromosikan dan memperkenalkan seni budaya dan tradisi masyarakat Gayo Lues kepada masyarakat luar luar. Kami juga memanfaatkan momentum itu untuk menggali dan menguatkan kembali nilai-nilai tradisi masyarakat yang mulai redup.

Apa yang diharapkan dari even PKA ini?
Begini. Sebagai sebuah momentum, inilah kesempatan masyarakat Gayo Lues semakin mencintai seni budaya dan tradisi Gayo. Artinya semua tergerak untuk menampilkan sesuatu yang unik dan khas. Ini kan harus dicari dan digali. Selanjutnya, generasi muda di Kabupaten Gayo Lues, semakin mau dan mampu melestarikan seni budaya dan tradisi Gayo untuk kepentingan masa yang akan datang. Bagi masyarakat luar daerah, momentum ini semakin mengenal seni budaya dan tradisi Gayosehingga tertarik untuk berkunjung ke Kabupaten Gayo Lues. Pada ahirnya nanti jumlah kunjungan wisatawan ke Gayo Lues ikut meningkat.

Kalau begitu Anda setuju bahwa, pariwisata mampu memberi perubahan kepada Gayo Lues? Lalu langkah apa yang akan diambil untuk mendukungnya?
Sangat setuju. Sektor pariwisata saat ini merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar di Indonesia. Dan Kabupaten gayo Lues memiliki sumber daya yang sangat menarik bagi wisatawan, keindahan alam dan keunikan seni budaya. Sehingga jika dibandingkan dengan daerah lain maka Kabupaten Gayo Lues sudah memiliki modal dasar dalam mengembangkan pariwisata

Ada yang mempertanyakan dengan penerapan Syariat Islam, pariwisata tidak bisa berkembang. Menurut Anda?
Sama sekali tidak ada persoalan. Pariwisata tidak bertentangan dengan Syariat Islam dankebudayaan masyarakat Gayo Lues. Syariat Islam dan kebudayaan masyararakat Gayo Lues justru menjadi daya tarik bagi wisatawan apabila dilaksanakan sesuai sebagaimana mestinya.

Potensi pariwisata seperti apa yang ada di Gayo Lues? Lalu bagaimana Pemda mengelola potensi itu?
Ada tiga potensi yang bisa kami pilah. Pertama wisata adventure. Wilayah Kabupaten Gayo Lues yang berbukit-bukit dan lebih dari 70%nya merupakan Kawasan Taman Nasional Gayo Luesdan juga memiliki beberapa sungai berarus deras. Kedua potensi wisata penelitian, meliputi Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang masih sangat alami dan menarik para peneliti untuk meneliti flora maupun fauna. Ketiga potensi budaya. Suku Gayo dengan budaya yang unik terutama saman telah menarik banyak pengunjung untuk sekedar menikmati maupun melakukanpenelitian.

Saman Gayo telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia,langkah apa lagi yang diperlukan untuk mengembangkan saman dan melestarikan saman.
Saman Gayo saat ini memang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda milik dunia namun masih saja ada tarian lain yang yang ditarikan oleh perempuan yang mengatasnamakan saman. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus berupaya menegaskan kepada masyarakat terutama masyarakat di luar Aceh bahwa saman adalah budaya mayarakat Gayo Lues yang hanya boleh ditarikan oleh laki-laki.

Langkah lain?
Pemerintah Kabupaten GayoLues telah mewacanakan memasukkan saman dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di Kabupaten Gayo Lues dalam rangka membina generasi muda.. Pemerintah Gayo Lues sedang berupaya memperkenalkan kepada masyarakat nasional maupun internasional bahwa saman bukan hanya tari saman pertunjukkan tapi ada jenis-jenis budaya saman yang lain seperti bejamu saman, saman njik, saman bale asam, dll.

Infrastruktur budaya sepertiapa yang dibutuhkan oleh Kabupaten Gayo Lues?
Kabupaten Gayo Lues masih membutuhkan banyak infrastruktur budaya diantaranya: Musium Saman, Taman Budaya dan panggung pertunjukkan.

Perhatian dan harapan seperti apa yang dibutuhkan Kabupaten Gayo Lues kepada Pusat dan Provinsi Aceh dalam mengembangkan saman?
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap Pemerintah Pusat dan Provinsi menunjukkan komitmennyadalam pengembangan kebudayaan Gayo Lues terutama saman, dengan tidak mengeluarkan ijin pertunjukkan bagi tari yang mengatasnamakan tari saman tapi ditarikan oleh perempuan. Pemerintah KabupatenGayo Lues berharap seni budaya dan tradisi KabupatenGayo Lues dapat di promosikan oleh Pemerintah Provinsi dan Pusat di tingkat Nasional dan internasional.

Apa langkah dan strategi yang diterapkan Gayo Lues mengembangkan pariwisata?
Mengembangkan dengan menggali potensi objek wisata baru yang ada di Kabupaten Gayo Lues. Meningkatkan sarana dan prasarana, eningkatkan Sumber Daya Manusia di sekitar objek wisata melalui pelatihan-pelatihan. Meningkatkan kerjasama dengan para pelaku/pengusaha/ lembaga pendukung pariwisata. Melakukan promosi pariwisata dan pemasaran pariwisata, sebagai contoh: menampilkan tari saman di luar daerah dan di luar negeri dengan dibiayai oleh lembaga yang mengundang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved