Selasa, 28 April 2026

Gas Sulit Didapat, Anggota DPRK Aceh Besar Mursalin Desak Pemkab dan Pertamina Gelar Operasi Pasar

Mursalin mendorong dilakukannya operasi pasar gas elpiji 3 kg di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Safriadi Syahbuddin
Serambinews.com/HO/TIDAK ADA
OPERASI PASAR - Anggota DPRK Aceh Besar, Mursalin mendorong dilakukannya operasi pasar gas elpiji 3 kg di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana di Aceh yang terjadi akhir November 2025. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Besar menuai keluhan masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRK Aceh Besar, Mursalin, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama PT Pertamina untuk segera menggelar operasi pasar guna menstabilkan pasokan dan harga gas subsidi tersebut.

Sulitnya masyarakat mendapatkan gas elpiji sendiri buntut dari bencana alam yang melanda Aceh sejak tiga pekan terakhir. Bencana banjir dan tanah longsor itu memutus roda transportasi darat. Jembatan Kutablang, Bireuen terputus akibat diterjang banjir bandang.

Hal itu yang membuat distribusi gas terhambat. Sehingga pihak PT Pertamina Patra Niaga mengandalkan alat transportasi laut untuk mengangkut truk skid tank.

Mursalin mengatakan, dalam beberapa hari terakhir masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan maupun pengecer. 

Bahkan, jika tersedia, harga gas melon itu dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, gas elpiji 3 kg merupakan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

"Karena itu, negara wajib hadir untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran," katanya, Kamis (18/12/2025).

Baca juga: Pilunya Warga Bener Meriah Jalan Kaki Berjam-jam Pangkul Tabung Gas dan Sekarung Beras

Penyelewengan di lapangan?

Ia meminta Pemkab Aceh Besar melalui dinas terkait segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk menelusuri penyebab kelangkaan, apakah akibat distribusi yang tersendat, kuota yang tidak mencukupi, atau adanya praktik penyelewengan di lapangan.

Sebagai langkah cepat, Mursalin mendorong dilakukannya operasi pasar gas elpiji 3 kg di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

Operasi pasar dinilai penting untuk membantu masyarakat sekaligus menekan harga agar kembali normal.

Selain itu, ia juga meminta aparat pengawas dan pihak kepolisian turun ke lapangan untuk memastikan distribusi gas elpiji sesuai aturan dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan. Pemerintah daerah dan Pertamina harus bergerak cepat sebelum kelangkaan ini semakin parah,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved