Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan Kosong, Ini Penjelasan Kepala BKPSDM Subulussalam

Mustoliq menjelaskan, ini baru sebatas usulan yang dientri oleh SKPK masing-masing yang diteruskan BKPSDM Subulussalam

Formasi Guru dan Tenaga Kesehatan Kosong, Ini Penjelasan Kepala BKPSDM Subulussalam
Serambinews.com
Ilustrasi lowongan CPNS 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam mengusulkan seribuan lebih Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun dari jumlah tersebut yang telah dientri sebanyak 785 sesuai Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab-ABK).

”Kebutuhan kita lebih seribuan tapi yang dientri sesuai Anjab-ABK 785,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Subulussalam, Mustoliq kepada Serambinews.com, Selasa (24/7/2018).

Mustoliq menjelaskan, ini baru sebatas usulan yang dientri oleh SKPK masing-masing yang diteruskan BKPSDM Subulussalam.

Mustoliq pun belum tahu pasti apakah akan direstui pemerintah pusat atau sebaliknya.

Baca: Diundang Wali Kota ke Subulussalam, Jokowi : Nanti Saya Atur Waktunya

”Berapa nanti yang direstui kita belum tau, dan sampai saat ini juga belum ada informasi menyangkut formasi CPNS 2018 untuk Kota Subulussalam,” ujar Mustoliq.

Saat ditanyai formasi apa saja yang paling banyak, Mustoliq mengaku tidak mengetahui sebab hal itu yang paling tau SKPK masing-masing. Mereka hanya meneruskan ke pemerintah atau Menpan RB.

Saat disinggung Wali Kota Subulussalam Merah Sakti telah menyampaikan keinginannya memperioritaskan merekrut tenaga kesehatan dan pendidikan (guru), Mustoliq mengaku jika kedua formasi tersebut nihil.

Dikatakan, formasi kesehatan hanya ada untuk kebutuhan di lingkungan dinas atau SKPK-nya. Sementara kebutuhan PNS di Puskesmas atau Poskesdes sama sekali tidak ada Anjab dan ABK-nya.

Malah yang paling ironis, untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam dikabarkan tanpa ada mengajukan Anjab dan ABK.

Menurut Mustoliq, sesuai aturan, jika tidak ada mengajukan Anjab dan ABK, maka secara otomatis akan kehilangan jatah CPNS di formasi terkait. Mustoliq mengaku ketentuan Anjab-ABK mutlak dalam penerimaan CPNS.

Baca: Walkot Sakti Minta Ada ‘Kekhususan’ Subulussalam Terkait Formasi CPNS 2018

“Jadi kalau tidak ada Anjab dan ABK maka otomatis tidak bakal ada formasi CPNS di bidang itu. Nah, untuk kesehatan yang ada hanya di lingkungan kantor dinasnya, sementara puskesmas tidak ada usulan. Sedangkan Disdikbud sama sekali nihil mengajukan Anjab-ABK,” papar Mustoliq.

Tidak diajukannya Anjab dan ABK Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam ini merupakan fakta terbalik dengan program atau keinginan wali kota setempat.

Betapa tidak, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (23/7/2018)sore, Wali Kota Subulussalam cukup getol mengusulkan formasi CPNS khususnya tenaga kesehatan dan pendidikan atau guru.

”Pak presiden bilang kalau administrasi kita masih cukup, saya bilang kami banyak kekurangan tenaga kesehatan dan guru, jadi mohon diberi kekhususan,” ujar Sakti kepada Serambinews.com via telepon selulernya. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved