Bendungan Irigasi Alue Thoe, Abdya Rusak Parah, Ini Harapan Petani
irigasi tersebut merupakan satu-satunya sarana pengairan untuk memasok kebutuhan air sawah setempat
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Zanun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Para petani Desa Krueng Panto dan Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai melaksanakan tanam untuk musim tanam (MT) Gadu 2018.
Sebagian petani lainnya sedang melakukan persiapan akhir lahan untuk segera ditanam padi.
Tapi, para petani setempat diresahkan dengan kerusakan semakin parah pada bangunan bendungan di Irigasi Alue Thoe di Desa Krueng Panto.
Sebab, irigasi tersebut merupakan satu-satunya sarana pengairan untuk memasok kebutuhan air sawah setempat.
Baca: Ratusan Siswa di Abdya Diimunisasi MR dan Campak, Ini Harapan Wakil Bupati
Ketua Pemuda Gampong Krueng Panto, Syamsuir kepada Serambinews.com, Rabu (1/8/2018) menjelaskan,kerusakan bendungan di Irigasi Alue Thoe, Desa Krueng Panto, semakin parah.
Bangunan kantong lumpur pada saluran induk terjadi retak sehingga mengeluarkan air.
“Bila kantong lumpur ambruk, maka seluruh air tidak lagi masuk ke dalam saluran induk irigasi, melainkan jatuh atau masuk kembali dalam aliran Krueng Panto,” kata Syamsuir.
Irigasi Alue Thoe dibangun sekitar 2014 lalu, kondisinya sangat menyedihkan akibat tidak pernah mendapat perawatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya.
Padahal, irigasi tersebut mengairi areal sawah sekitar 150 hektare (ha), terutama dalam kawasan Desa Krueng Panto dan Desa Blang Makmur.
Syamsuir mengatakan kerusakan bendungan irigasi itu terjadi sejak lebih satu tahun lalu akibat tingginya frekuensi banjir aliran Krueng Pantoe.
Peristiwa banjir yang sering terjadi telah menyapu habis tanggul bendungan dari beton dan kawat beronjong.
“Tanggul bendungan dari bahan beton dan kawat beronjong tak ada lagi di lokasi akibat diterjang banjir,” katanya.
Baca: Boat KM Masriani Dihempas Gelombang ke Tanggul Laut Abdya, Pawang Pingsan
Banjir juga telah meruntuhkan tanggul beton pengaman tebing sungai pada kawasan bendungan. Ini sangat meresahkan petani, karena bangunan kantong lumpur terjadi keretakan yang mengeluarkan air.
“Bila tak segera ditanggulangi, kantong lumpur ambruk sehingga air masuk kembali ke dalam sungai atau tidak lagi naik ke dalam saluran induk,” ungkap Syamsuir.
Dikatakan, bila kantong lumpur runtuh, maka ratusan ha lahan sawah Desa Krueng Panto dan Blang Makmur mengalami kekeringan.
Karenanya, petani setempat minta Dinas PUPR Abdya atau Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat segera turun tangan menangani kerusakan DI Alue Thoe Desa Krueng Panto sebagai satu-satunya irigasi andalan petani setempat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bendungan-irigasi-rusak-di-abdya_20180801_172818.jpg)