Jerman

23,6 Persen Penduduk Jerman Adalah Imigran, Paling Banyak dari Turki, Polandia, dan Rusia

Orang Turki terus menjadi kelompok imigran terbesar di Jerman dengan perkiraan populasi 2,8 juta.

23,6 Persen Penduduk Jerman Adalah Imigran, Paling Banyak dari Turki, Polandia, dan Rusia
ANADOLU AGENCY/ABDULHAMID HOSBAS
Sekelompok orang menggelar aksi unjuk rasa “Saya Oezil” di depan kantor penerbitan Axel Springer, di Berlin, Jerman, Minggu (29/7/2018). Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemain sepak bola Turki-Jerman Mesut Oezil, sekaligus memprotes perusahaan media itu yang dituding telah bersikap tidak adil dan rasis terhadap Mesut Oezil, sehingga membuat Oezil memutuskan pensiun dari Timnas Jerman. 

SERAMBINEWS.COM, BERLIN – Jumlah imigran dan keturunan mereka dalam populasi Jerman telah meningkat menjadi 23,6 persen pada tahun 2017.

Menurut angka yang dirilis Destatis (kantor statistik federal), pada hari Rabu (1/8/2018), sekitar 19,3 juta orang dari 81,7 juta penduduk Jerman, memiliki setidaknya satu orangtua yang lahir tanpa kewarganegaraan Jerman.

Pada tahun 2016, sebanyak 22,5 persen penduduk Jerman (18,6 juta orang)  adalah imigran atau keturunan mereka.

Menurut laporan "Microcensus 2017" kantor statistik, orang Turki terus menjadi kelompok imigran terbesar di Jerman dengan perkiraan populasi 2,8 juta.

Sekelompok orang menggelar aksi unjuk rasa “Saya Oezil” di depan kantor penerbitan Axel Springer, di Berlin, Jerman, Minggu (29/7/2018). Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemain sepak bola Turki-Jerman Mesut Oezil, sekaligus memprotes perusahaan media itu yang dituding telah bersikap tidak adil dan rasis terhadap Mesut Oezil, sehingga membuat Oezil memutuskan pensiun dari Timnas Jerman.
Sekelompok orang menggelar aksi unjuk rasa “Saya Oezil” di depan kantor penerbitan Axel Springer, di Berlin, Jerman, Minggu (29/7/2018). Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemain sepak bola Turki-Jerman Mesut Oezil, sekaligus memprotes perusahaan media itu yang dituding telah bersikap tidak adil dan rasis terhadap Mesut Oezil, sehingga membuat Oezil memutuskan pensiun dari Timnas Jerman. (ANADOLU AGENCY/ABDULHAMID HOSBAS)

(Baca: Mesut Oezil Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Jerman, Penyebabnya Masalah Rasialisme)

(Baca: Pelarian Wanita yang Dijuluki Nenek Nazi Digagalkan Polisi Jerman, Tetap Sangkal Pembunuhan Yahudi)

Sementara Polandia (2,1 juta) dan Rusia (1,4 juta) adalah dua populasi imigran utama lainnya.

Di antara 19,3 juta orang dengan latar belakang imigrasi, sekitar 9,8 juta telah mengantongi kewarganegaraan Jerman, dan hampir 9,5 juta adalah warga negara asing.

Jumlah warga Suriah yang melarikan diri dari perang saudara dan mencari perlindungan di Jerman juga meningkat hampir 10 persen tahun lalu; populasi Suriah secara keseluruhan telah mencapai 700.000, menurut Destatis.

(Baca: Berhasil Tumbangkan Sniper Jerman, Inilah Sniper Wanita Paling Mematikan dan Melegenda di Dunia)

(Baca: Gelar Konser Perayaan Ulang Tahun Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler, Dua Pria Ini Ditahan)

Sementara itu, di antara 227.000 warga Irak yang tinggal di Jerman, 156.000 telah mengajukan permohonan suaka.

Sedangkan jumlah pencari suaka Afghanistan tercatat sebesar 190.000.(Anadolu Agency)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved