Jumat, 10 April 2026

Wabup Pijay Kunjungi Dayah Ummul Aiman yang Terbakar, Ini Harapan Para Korban

Kadatangan Wabup dan rombongan diterima pimpinan Dayah Ummul Aiman 2, Tgk Busyaidi dan Pengasuh Santri, Teuku Ilyas.

Penulis: Abdullah Gani | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, H Said Mulyadi bersama Kadis Sosial Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) diwakli Said Umar serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Satlak BPBD), HM Nasir SPd, Senin (3/9/2018) memantau Dayah Ummul Aiman 2 Meurahdua yang terbakar, Jumat (31/8/2018) pekan lalu.

Kadatangan Wabup dan rombongan diterima pimpinan Dayah Ummul Aiman 2, Tgk Busyaidi dan Pengasuh Santri, Teuku Ilyas.

Dalam pertemuan singkat, Said menyatakan ikut berbelangsungkawa atas musibah tersebut.

Wabup juga meminta piminan dayah untuk mencari solusi buat sementara kepada santri agar mereka tetap belajar walau hanya di tempat darurat.

Baca: Pemprov Aceh dan DPRA Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Dayah Ummul Ayman II Pijay

Pemkab, lanjut Wabup akan berupaya secepat mungkin supaya bilik santri yang terbakar sesegera mungkin dibangun walau hanya darurat.

Sebagaimana dilaporkan Satlak BPBD setempat, kata Wabup, bahwa BPBA Aceh akan membantu membangun hunian sementara (huntara).

Kecuali ongkos untuk tukang, sementara semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk bilik akan ditanggung sepenuhnya.

Ini sebuah rahmat dan kita patut bersyukur atas pemberian BPBA. 

Yang penting semangat para santri yang mengenyam ilmu agama di Ummul Aiman 2 ini tetap bersemangat seperti biasa.

"Karena semua yang terjadi itu akan kehendak Allah," paparnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Wabup menyumbang Rp 5 juta untuk Ummul  Aiman 2  dan diterima pimpinan dayah.

Baca: 17 Kamar Santri Dayah Ummul Aiman Pijay Ludes Terbakar, Diduga Akibat Arus Pendek

Sementara  untuk sejumlah warga sekitar yang rumah dan tempat usahanya juga ludes diamuk api, wabup selain membantu dana sekadarnya untuk masa panik juga disertai masing-masing satu set kompor gas.

Kedelapan warga yang rumah atau tempat usahanya ikut musnah dilalap api itu meminta Pemkab setempat memperhatikan nasibnya yang kini terpaksa harus tinggal di tenda darurat yang dibangun BPBD.

“Tolong pak kami in i kehilangan tempat tinggal dan mohon diusahakan rumah walau hanya sementara," keluh para korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved