Rupiah Terpuruk di Level Rp 15.000 Per Dollar AS, Ini Komentar Jokowi

Presiden Joko Widodo menegaskan, pelemahan nilai tukar terhadap dollar Amerika Serikat bukan hanya terjadi terhadap rupiah saja,

Rupiah Terpuruk di Level Rp 15.000 Per Dollar AS, Ini Komentar Jokowi
TRIBUN/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo mencoba kacamata hitam produk dalam negeri saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Halaman Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2017). Peringatan dengan konsep bernuansa anak muda yang diikuti sekitar 1.000 pemuda berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengangkat tema "Kita Tidak Sama, Kita Kerja Sama". 

Beberapa upaya memperbaiki defisit transaksi berjalan, kata Jokowi, adalah diterapkannya 20 persen biodiesel atau B20, yang diyakini dapat mengurangi impor minyak cukup besar.

Selain itu, pemerintah juga mendorong tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kepada perusahaan BUMN maupun swasta.

"Ini saya sampaikan kepada kementerian, baik ke swasta maupun kepada BUMN, agar lokal konten diperhatikan, kalau bisa pakai semua komponen dalam negeri, ada penghematan 2 miliar dollar AS sampai 3 miliar dollar AS," ujar Jokowi.

Baca: Prabowo Sebut Utang Negara Bertambah Rp 1 Triliun Per Hari, Jusuf Kalla: Yang Penting Bisa Bayar

Baca: Hari Ini, Jamaah Haji Aceh Kloter 1 ke Madinah, Ini Jamaah yang Dirawat di RS Arab Saudi

Diberitakan, Rupiah terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Bahkan sejumlah bank telah menjual mata uang tersebut di level Rp 15.000 per dollar AS.

Kondisi itu kemudian menimbulkan anggapan bahwa fundamental ekonomi dalam negeri saat itu lebih buruk dari 1998.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memastikan depresiasi rupiah yang terjadi saat ini berbeda dengan depresiasi rupiah ketika 1998 silam.

"Pelemahan rupiah tahun ini dibandingkan 1998 yg anjloknya 80 persen dari Rp 2.500 secara tiba-tiba ya sangat jauh ya. Selain itu, waktu itu juga tidak ada kenaikan gaji sehingga daya beli masyarakatnya menurun dan harga-harga melonjak tinggi," kata David saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/9/2018).

David menambahkan, meski ada pelemahan sepanjang lebih dari satu semester, tahun ini juga diiringi dengan kenaikan gaji dan harga-harga yang cukup terjaga.(*)

Baca: Berawal dari Hubungan Guru dan Murid, Begini Kisah Cinta Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya

Baca: Bupati Pangkep Ungkap 3 Syarat Undang Ustaz Somad Ceramah di Daerah, No 3 Jangan Coba Langgar

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Hampir Sentuh Rp 15.000 Per Dollar AS, Ini Komentar Jokowi"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved