Ini Penyebab Venezuela Bangkrut, Padahal Pernah Punya Cadangan Minyak Lebih Banyak dari Arab Saudi
Tahun 2016, Caracas mengimpor 50.000 barel minyak mentah ringan hanya untuk menyiapkan minyak mentah berat untuk diekspor.
SERAMBINEWS.COM - Guna mencari kesepakatan kerja sama meningkatkan ekonomi negaranya yang sedang ambruk, Presiden Venezueal Nicolas Maduro berangkat ke China pada Rabu (12/9/2018).
AFP memberitakan, Maduro menyebut kunjungan tersebut sangat diperlukan dan dipenuhi dengan harapan besar.
"Kami akan meningkatkan, memperluas, dan memperdalam hubungan dengan kekuatan dunia yang besar," katanya dalam pidato yang disiarkan di televisi.
Pemerintah Venezuela sebelumnya melakukan devaluasi terhadap mata uang nasionalnya sebagai salah satu upaya untuk menghentikan perekonomian yang akan terjun bebas menuju hiperinflasi.
Baca: NASA Buka Lowongan Pekerjaan Khusus untuk Anda yang Doyan Tidur, Gajinya Rp230 Juta
Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memproyeksikan laju inflasi Venezuela akan mencapai 1.000.000.000 persen pada akhir tahun ini.
Uang Venezuela, bolivar tak lagi berharga dan banyak rakyat yang melarikan diri untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Brasil, Kolombia, Peru, dan Ekuador.
Terpuruknya perekonomian Venezuela, mungkin tidak akan membuat orang percaya bahwa negara ini dulunya pernah menjadi negara kaya.
Nyatanya, dulu Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dengan 95% pemasukan negara tersebut berasal daru ekspor minyak.
Baca: PNS Koruptor Terbanyak Berasal dari Kementerian Perhubungan dan Provinsi Sumatera Utara
Bahkan, Venezuela menjadi salah satu negara anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi).
Sistem ekonomi yang bertujuan untuk membebaskan rakyat Venezuela dari kemiskinan dan pemerintahan yang korup kini membuat rakyatnya kelaparan.
Subsidi makanan, pendaftaran pendidikan tinggi dan akses ke perawatan kesehatan dipuji oleh pemimpin lama Hugo Chavez sebagai bukti bahwa revolusi sosialisnya berhasil.
Namun, pemerintahan Chavez dari tahun 1998 hingga 2013 sekaligus menjadi akar krisis Venezuela saat ini yaitu perampasan industri minyak atas nama nasionalisasi dan perluasan barang-barang impor.
Baca: Alasannya Tak Masuk Akal, Bocah Usia 13 Tahun Tega Bunuh 2 Adik Kandung yang Masih Balita
Dan Nicholas Maduro melanjutkan tren ini ketika dia mulai menjabat pada tahun 2013.
Menurut angka-angka OPEC 2015, Venezuela memiliki cadangan minyak mentah yang paling terbukti di dunia, dengan lebih dari 300 miliar barel.
Jumlah tersebut menempatkannya di depan Arab Saudi (266 miliar barel), Iran (158 barel) dan Irak (142 miliar barel).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/venezuela_20180914_110841.jpg)