Alasan Air Laut Tidak Boleh Diminum Meskipun dalam Kondisi Darurat

Karena air laut mengandung 3 persen garam, artinya jika kita minum satu liter air laut, ginjal butuh satu setengah liter air tawar

Alasan Air Laut Tidak Boleh Diminum Meskipun dalam Kondisi Darurat
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Pantai Lampuuk. 

Jadi, air laut benar-benar tidak boleh diminum dalam jumlah sedikit sekalipun dalam kondisi genting untuk bertahan hidup, misalnya terdampar di laut.

Ketika berenang di laut dan mulut terasa kering, melihat air yang melimpah mungkin membuat sebagian orang ingin meminumnya.

Padahal, air laut membentuk 97,3 persen air di Bumi sehingga hanya 2,7 persen-nya saja yang merupakan air tawar.

Dilansir TribunTravel dari laman oceanservice.noaa.gov, Kamis (18/10/2018), minum air laut bisa mematikan bagi manusia.

Baca: Perusahaan di Selandia Baru Jual Udara Segar Seharga Rp 1,4 Juta untuk 2 Kaleng

Ketika minum air asin dari laut, artinya kamu memasukkan air dan garam ke dalam tubuhmu.

Bukannya membuat rasa haus hilang, air dan garam justru membuat tubuh semakin dehidrasi.

Ginjal manusia adalah filter yang memisahkan racun dalam darah yang dibuang dalam bentuk urin.

Namun, ginjal tidak dapat membuat urin dari konsentrasi garam lebih dari 2 persen.

Sementara itu, air laut terdiri dari 3 persen garam.

Baca: Steffy: Saya Dekat dengan Irwandi, tapi Belum Nikah

Jadi, jika kita minum air laut untuk memuaskan dahaga, ginjal harus menggunakan cadangan air di dalam tubuh untuk mencairkan garam, yang pada akhirnya justru membuat kita merasa lebih haus.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved