Aceh Tengah Juara Umum Pacuan Kuda Tradisional

Peserta pacuan kuda tradisional dari Aceh Tengah berhasil meraih juara umum pada event dan ajang perlombaan

Aceh Tengah Juara Umum Pacuan Kuda Tradisional
Pengunjung (penonton) pacuan kuda di stadion Buntul Nege Blangsere Galus membludak dan sesak, Minggu (21/10). SERAMBI/RASIDAN. 

* Tuan Rumah Juara III

BLANGKEJEREN - Peserta pacuan kuda tradisional dari Aceh Tengah berhasil meraih juara umum pada event dan ajang perlombaan pacuan kuda yang berlangsung di Stadion Buntul Nege Blangsere, Kabupaten Gayo Lues (Galus), Minggu (21/10) petang.

Event pacuan kuda yang berlangsung sejak 15-21 Oktober di Galus tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan GAMIFest 2018. Selain itu, kegiatan tersebut juga ajang hiburan rakyat yang diselenggarakan setahun sekali di kabupaten itu dan diikuti oleh tiga kabupaten bertetangga.

Pada event pacuan kuda tradisional yang diikuti sebanyak 213 ekor kuda di Galus tersebut, Aceh Tengah berhasil meraih juara umum, disusul Bener Meriah sebagai juara II, dan tuan rumah juara III.

Bupati Galus M Amru dalam sambutannya mengatakan, pacuan kuda selain sebagai momen untuk menjalin tali silaturahmi dengan empat kabupaten bertetangga tersebut, juga sebagai hiburan rakyat di kabupaten itu. “Event itu tidak hanya dipandang sebagai ajang perlombaan atau hiburan rakyat, tetapi juga sebagai ajang promosi wisata,” sebutnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Pacuan Kuda Galus Syarifuddin SSos kepada Serambi mengatakan, event pacuan kuda di Galus tersebut diikuti 213 ekor kuda dari empat kabupaten bertetangga, yakni dari Aceh Tengah mengirimkan 64 ekor kuda, Bener Meriah 75 ekor, Aceh Tenggara 3 ekor, dan dari tuan rumah Galus 71 ekor kuda.

Panitia penyelenggara dan tiga koordinator pacuan kuda menetapkan tuan rumah sebagai juara III dalam perlombaan itu, sedangkan untuk juara umum dari Aceh Tengah dan juara II dari Bener Meriah.

“Event pacuan kuda yang berlangsung di Galus ini memperebutkan hadiah uang pembinaan sebanyak Rp 230 juta ditambah tropi,” sebut Syafruddin, seraya mengatakan bahwa hadiah itu bersumber dari Pemerintah Aceh Rp 100 juta dan sisanya bersumber dari APBK Galus.

Event pacuan kuda tradisional ini ditutup secara resmi oleh Bupati Galus M Amru, Minggu (21/10) siang. Kendati secara resmi event tersebut telah ditutup, namun perlombaan masih berlangsung hingga sore hari.

Hadir pada hari penutupan atau final pacuan kuda tersebut, Bupati Galus M Amru, Bupati Aceh Tengah Syabella Abubakar, dan perwakilan Bupati dari Bener Meriah dan Aceh Tenggara.

Bupati Galus M Amru dalam sambutannya mengatakan, pacuan kuda juga bisa menjadi ajang promosi wisata bagi daerah tersebut. “Diminta kepada para pengurus Pordasi Galus yang baru dilantik dapat menggalakkan event pacuan kuda lebih meriah lagi pada tahun-tahun berikutnya,” sebut Amru.

Di sisi lain, kata Bupati Galus, pengunjung dan penggemar pacuan kuda tradisional tersebut dari tahun ke tahun semakin membeludak dan sesak, terutama pada hari final, sehingga Pemkab Galus akan membangun tribun kembali di tahun 2019 mendatang di stadion Buntul Nege tersebut. Selain itu, Bupati juga berjanji bahwa Pemkab melalui instansi terkait akan melakukan penataan dengan penghijauan di sekitar stadion Buntul Nege Blangsere tersebut yang saat ini masih terlihat gersang.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved